Harga transfer sering juga disebut intracompany pricing, intercorporate
pricing, interdivisional pricing atau internal pricing. Pengertian harga transfer dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu pengertian yang bersifat netral dan peyoratif. Pengertian netral
mengasumsikan bahwa harga transfer adalah murni merupakan strategi dan taktik
bisnis tanpa motif pengurangan beban pajak. Sedangakan motif peyoratif
mengasumsikan harga transfer sebagai upaya untuk menghemat beban pajak dengan
taktik, antara lain menggeser laba ke negara yang tarif pajaknya rendah.
Pajak internasional adalah hukum pajak nasional yang terdiri atas kaedah,
baik berupa kaedah-kaedah nasioal maupun kaedah yang berasal dari traktat
antarnegara dan dari prinsip yang telah diterima baik oleh Negara-negara di
dunia, untuk mengatur soal-soal perpajakan dan dapat ditunjukkan adanya
unsur-unsur asing, baik mengenai subjek maupun mengenai objeknya.
Konsep Awal
Rumitnya hukum dan aturan yang menentukan pajak bagi perusahaan asing dan
laba yang dihasilkan di luar negeri sebenarnya
berasal dari beberapa konsep dasar :
a. Netralitas pajak
adalah bahwa pajak tidak memiliki pengaruh (atau netral) terhadap keputusan
alokasi sumberdaya.
b. Ekuitas pajak
adalah bahwa wajib pajak yang menghadapi situasi yang mirip serupa semestinya
membayar pajak yang sama tetapi terhadap
ketidak setujuan antar bagaimana menginterprestasikan konsep ini.
Keseragaman Sistem
Pajak Nasional
Sebuah perusahaan bisa melakukan bisnis internasional dengan cara
mengirimkan barang dan jasa atau dengan melakukan investasi asing langsung atau tidak
langsung. Ekspor jarang sekali memicu potensi pajak di negara yang melakukan
impor, karena sulit sekali bagi negara pengimpor untuk menetapkan pajak yang
dikenakan atas eksportir luar negeri. Pengelolaan pengungkapan pajak yang efektif atas potensi pajak
memerlukan adanya pemahaman sistem-sistem pajak nasional yang sangat berbeda
dari suatu negara ke negara lain. Perbedaan berkisar dari jenis pajak dan beban
pajak hingga perbedaan dalam penilaian pajak dan filosofi penagihan.
Jenis Pajak
Sebuah perusahaan yang beroperasi di luar negeri berhadapan dengan
bermacam-macam pajak. Pajak langsung, seperti pajak penghasilan, mudah untuk
dikenali dan biasanya diungkapkan dalam laporan
keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung, seperti pajak pemakaian, tidak
terlalu mudah untuk dikenali atau tidak sering diungkapkan. Bisanya pajak
tersebut dimasukkan dalam “biaya dan pengeluaran lain-lain”.
1. Pajak
Penghasilan Perusahaan, mungkin digunakan secara lebih luas untuk menghasilkan
pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya dengan kemungkinan
pengecualian untuk bea cukai.
2. Pajak yang
dipungut dari sumbernya adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap
dividen, bunga, dan pembayaran royalty
yang diterima oleh investor asing.
3. Pajak
pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang ditemukan di Eropa dan Kanada.
Pajak ini umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi
atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan
pembelian dari unit penjual perantara.
4. Pajak perbatasan
seperti bea cukai dan bea impor umumnya ditujukan untuk menjaga agar barang domestik dapat bersaing harga dengan barang
impor. Dengan demikian pajak yang dikenakan terhadap impor umumnya dilakukan
secara paralel dan pajak tidak langsung lainnya dibayarkan oleh produsen
domestik barang yang sejenis.
5. Pajak pengiriman
merupakan contoh lain pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap
pengalihan (transfer) objek antarpembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh
yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.
Kredit Pajak Luar Negeri
Kredit pajak dapat diperkirakan jika jumlah pajak penghasilan luar negeri
yang dibayarkan tidak terlampau
jelas (yaitu ketika anak perusahaan luar negeri mengirimkan sebagian laba yang
bersumber dari luar negeri kepaa induk perusahaan domestik). Disini deviden yang dilaporkan dalam surat
pemberitahuan pajak induk perusahaan harus dihitung kotor (gross-up) untuk mencakup jumlah pajak (yang dianggap terbayar)
ditambah seluruh pajak pungutan luar negeri
yang berlaku. Ini berarti seakan-akan induk perusahaan domestik menerima deviden yang didalamnya termasuk pajak terhutang
kepada pemerintah asing dan kemudian membayarkan pajak itu. Kredit pajak tidak
langsung luar negeri yang diperbolehkan (pajak penghasilan luar negeri yang
dianggap terbayar) ditentukan dengan cara sebagi berikut :
Pembayaran deviden (termasuk seluruh pajak pungutan) x pajak asing yang
dapat di kreditkan laba setelah
pajak penghasilan luar negeri.
Perencanaan Pajak Dalam Perusahaan Multinasional
Dalam melakukan perencanaan pajak perusahaan multinasional memiliki
keunggulan tertentu atas peurahsaan yang murni domestik karena memiliki
fleksibilitas geografis lebih besar dalam menuntukan lokasi produksi dan sistem distribusi. Fleksibilitas ini memberikan
peluang tersendiri untuk memanfaatkan perbedaan antar yuridis pajak nasional sehingga dapat menurunkan beban pajak perusahaan secara
keseluruhan.
Pengamatan
atas masalah perencanaan pajak ini dimulai dengan dua hal dasar:
1. Pertimbangan
pajak seharusnya tidak pernah mengendalikan strategi usaha.
2. Perubahan hukum
pajak secara konstan membatasi manfaat
perendanaan pajak dalam jangka waktu panjang.
Beban Pajak
Perbedaan dalam keseluruhan beban pajak sangat penting dalam bisnis
internasional. Beragam tarif resmi dari pajak penghasilan merupakan sumber
penting perbedaan-perbedaan tersebut. Namun, perbedaan tarif pajak hanya
mengungkapkan sebagian ceritanya. Banyak pertimbangan lain yang mungkin mempengaruhi beban pajak efektif bagi
perusahaan-perusahaan multinasional.
Ketika semakin banyak perusahaan yang mengurangi tarif pajak perusahaan
marginal, banyak pula negara yang memperluas dasar pajak perusahaan. Dalam
dunia nyata tarif pajak efektif jarang sekali sama dengan tarif pajak nominal.
Dengan demikian tidaklah tepat untuk mendasarkan perbandingan antarnegara pada
tarif pajak wajib saja. Lagi pula tarif pajak
yang rendah tidak selalu berarti beban pajak yang lebih rendah. Secara
internasional beban pajak harus selalu ditentukan dengan mengamati tarif pajak
efektif.
Sistem Administrasi Pajak
Sistem penilaian pajak nasional juga memengaruhi beban pajak relatif.
Beberapa sistem yang penting digunakan saat ini. Untuk memudahkannya, kami
hanya akan membahas sistem klasik dan terintegrasi.
1. Sistem klasik
Pajak
penghasilan perusahaan pada penghasilan kena pajak dibayarkan pada tingkat
perusahaan dan tingkat pemegang saham.
2. Sistem
terintegrasi
Pajak-pajak
perusahaan dan pemegang saham diintegrasikan untuk mengurangi atau menghilangkan pajak ganda atas penghasilan
perusahaan.
Insentif Pajak Asing
Banyak negara memberikan insentif pajak untuk menarik investasi asing.
Insentif dapat berupa hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva
tetap dari proses industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama
beberapa periode waktu.
Persaingan Pajak yang Berbahaya
Tren diseluh dunia yang mengarah pada penurunan
tarif pajak penghasilan perusahaan merupakan dampak langsung kompetisi pajak.
Kompetisi yang dilakukan oleh negara surga pajak akan bermanfaat jika dapat
membuat pemerintah menjadi lebih efesien. Sedangkan dampaknya berbahaya jika
mengalihkan pendapatan pajak bagi pemerintah yang sebenarnya memerlukan
pendapatan tersebut untuk menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh kalangan usaha.
Penyelarasan Internasional
Dengan
adanya perbedaan dalam sistem pajak di seluruh dunia, penyelarasan global atas
kebijakan pajak mungkin akan berguna. Perusahaan-perusahaan multinasional, yang
dibebani oleh perbedaan pajak-pajak nasional, mengobarkan penekanan atas
perbaikan pajak internasional. Uni Eropa mengeluarkan banyak kekuatan dalam
kasus ini karena mereka bekerja untuk menciptakan sebuah pasar tunggal.
Pengenalan Uni Eropa atas mata uang tunggal; euro, menyoroti perbedaan pajak di
antara anggotanya.
PEMAKAIAN TERHADAP SUMBER LABA DARI LUAR
NEGERI DAN PEMAJAKAN GANDA
Setiap negara menyatakan hak atas pajak terhadap laba yang dihasilkan
di dalam negaranya. Namun, filosofi-filosofi
nasional atas pengenaan pajak terhadap sumber-sumber dari luar negeri itu berbeda-beda dan ini merupakan hal yang penting dari
sudut pandang seorang perencana pajak.
Kredit Pajak Asing
Kredit pajak asing bisa dihitung sebagai kredit langsung atas pajak
penghasilan yang dibayarkan atas laba cabang atau anak perusahaan dan setiap
pajak yang dipungut pada sumbernya seperti deviden, bunga, dan royalti yang
dikirimkan kembali kepada investor domestik. Kredit pajak juga dapat diperkitakan
jika jumlah pajak penghasilan luar negeri yang dibayarkan tidak terlampau
jelas.
Batasan-batasan Kredit Pajak
Untuk mencegah kredit pajak asing yang menutupi pajak-pajak atas
penghasilan bersumber domestik, banyak negara yang menetapkan batasan menyeluruh
pada jumlah pajak asing yang bisa dikreditkan setiap tahun. Amerika Serikat,
misalnya, membatasi kredit pajak hingga pada proporsi pajak Amerika Serikat
yang setara dengan rasio penghasilan bersumber asing kena pajak dari pembayar
pajak hingga penghasilan kena pajak global pada tahun tersebut.
Batasan-batasan kredit asing yang terpisah berlaku untuk pajak-pajak
Amerika Serikat pada penghasilan bersumber asing kena pajak dari masing-masing
jenis penghasilan berikut:
1. Penghasilan
pasif (misalnya, penghasilan berjenis investasi, seperti deviden,
bunga, royalti, dan biaya sewa)
2. Penghasilan umum
(semua jenis lainnya)
Perjanjian Pajak
Walupun kredit pajak asing melindungi penghasilan bersumber asing dari
pajak ganda (pada beberapa tingkatan), perjanjian pajak bisa lebih jauh. Para
penanda tangan perjanjian tersebut biasanya setuju mengenai bagaimana pajak dan
isentif pajak akan ditetapkan, dihormati, dibagi, atau bahkan dihilangkan dari
pengasilan bisnis yang didapatkan dalam salah satu yuridiksi pajak oleh masayarakat
atau orang lain. Jadi, sebagian besar perjanjian pajak antara negara
penyelenggara dan negara asal menetapkan bahwa laba yang didapatkan oleh
perusahaan domestik di negara penyelenggraa harus terkena pajak hanya jika
perusahaan tersebut bisa menjaga perusahaannya di sana. Perjanjian pajak juga
mempengaruhi pajak pungutan atas deviden, bunga dan royalti yang dibayarkan
oleh perusahaan di suatu negara kepada pemegang saham asing. Perjanjian ini
biasanya memberikan pengurangan timbal balik atas pajak pungutan deviden dan
seringkali mengecualikan royalti dan bunga dari pajak pungutan.
Pertimbangan Mata Uang Asing
Keuntungan atau kerugian dalam mata uang asing yang secara umum dilokasikan
antara sumber AS dan sumber luar negeri dengan mengacu pada tempat kedudukan
pembayar pajak yang di dalam buku akuntansinya mencerminkan aktiva atau kewajiban
dalam mata uang asing, sumber
keuntungan atau kerugian adalah Amerika Serikat.
DIMENSI-DIMENSI PERENCANAAN PAJAK
Dalam perencanaan pajak, perusahaan-perusahaan multinasional memiliki keuntungan yang nyata atas
perusahaan-perusahaan domestik karena memiliki lebih banyak fleksibilitas
geografis dalam menempatkan sistem produksi dan distribusi mereka.
Pengamatan atas
masalah perencanaan pajak dimulai dengan dua hal dasar :
1. Pertimbangan
pajak seharusnya tidak pernah mengendalikan strategi usaha/bisnis. Kekuatan
keuangan atau operasional dari transaksi bisnis harus berdiri sendiri.
2. Perubahan hukum
pajak secara konstan membatasi manfaat perencanaan pajak dalam jangka panjang.
Pertimbangan Organisasional
Dalam mengenakan pajak kepada penghasilan bersumber asing, banyak
yurisdiksi perpajakan yang berfokus pada susunan organisasional dari suatu
operasi asing. Sebuah cabang biasanya dianggap sebagai perluasan dari
perusahaan induk. Maka, penghasilannya langsung digabungkan dengan penghasilan
dari perusahaan induk dan sepenuhnya terkena pajak pada tahun tersebut.
Keuntungan dari suatu anak perusahaan asing biasanya tidak dikenakan pajak
hingga keuntungan tersebut dikembalikan. Pengecualian pada aturan umum ini
dijelaskan dalam bagian selanjutnya.
Jika operasi awal di luar negeri diperkirakan mengalami kerugian mungkin
akan menguntungkan secara pajak apabila diorganisasikan secara cabang pada
tahap awal. Jika anak perusahaan diorganisasikan di sebuah negara surga pajak
yang tidak mengenakan pajak sama sekali, maka penangguhan pajak akan semakin
terlihat menarik.
Perusahaan Asing Terkendali dan Penghasilan Subpart F
Ingatlah bawah di Maerika Serikat, layaknya negara-negara lain yang menggunakan
prinsip perpajakan global, penghasilan anak perusahaan asing tidak kena pajak
oleh perusahaan induk hingga dikembalikan sebagai deviden yang disebut juga
prinsip pengangguhan. Tempat-tempat bebas pajak memberikan
perusahaan-perusahaan multinasional sebuah kesempatan untuk menghindari
repatriasi dan pajak-pajak negara asal dengan menempatkan transaksi dan
mengakumulasi keuntungan dalam anak perusahaan “brassplate”. Transaksi-transaksi ini tidak memiliki pekerjaan atau tugas yang nyata.
Penghasilan yang didapatkan pada transaksi tersebut bersifat pasif, bukan
aktif.
Amerika Serikat menutup lubang kelemahan ini dengan Perusahaan Luar Negeri
yang dikendalikan dan provisi laba Subbagian F. Laba Subbagian F mencakup
beberapa pendapatan penjualan dan jasa dengan pihak berhubungan istimewa.
Perusahaan-perusahaan Induk Lepas Pantai
Dalam situasi tertentu, perusahaan induk multinasional berbasis Amerika
Serikat dengan operasinya yang berada di beberapa negara asing mungkin akan
merasakan keuntungan karena memiliki beragam investasi asing melalui perusahaan
induk negara ketiga. Keuntungan-keuntungan yang berhubungan denga pajak dari
susunan organisasional perusahaan ini bisa meliputi:
1. Penjaminan tarif pajak bersumber langsung yang
bermanfaat pada deviden, bunga, royalti, dan pembayaran-pembayaran serupa
lainnya.
2. Menangguhkan pajak Amerika Serikat pada penghasilan
asing hingga saat penghasilan tersebut dikembalikan ke perusahaan induk Amerika
Serikat (yaitu dengan menginvestasikan kembali penghasilan tersebut di luar
negeri).
3. Menangguhkan pajak Amerika Serikat pada keuntungan
dari penjualan saham dalam operasi anak cabang asing.
Keputusan-keputusan Pembiayaan
Tata cara dimana operasi-operasi asing dibiayai juga bisa dibentuk oleh
pertimbangan-pertimbangan pajak. Hal-hal lain yang setara, pengurangan pajak
dari utang, yang meningkatkan laba setelah pajak pada ekuitas, meningkatkan
daya pikat pembiayaan utang dalam negara-negara berpajak tinggi. Di mana
peminjaman mata uang lokal dibatasi oleh pemerintah lokal yang memerintahkan
adanya tingkat minimum pada infusi ekuitas oleh perusahaan induk asing,
peminjaman perusahaan induk untuk membiayai infusi modal ini bisa mendapatkan
akhir yang sama, berujung pada yurisdiksi pajak dari perusahaan induk yang
mengizinkan agar bunga bisa didedukasi.
Perusahaan afiliasi pendanaan luar negeri juga dapat digunakan untuk
mengalihkan laba dari negara dengan pajak tinggi yang menjadi lokasi induk
perusahaan atau perusahaan afiliasi ke negara yang
yurisdiksi pajak rendah tempat perusahaan afiliasi yang memberikan pendanaan.
Penyatuan Kredit Pajak
Penyatuan penghasilan dari berbagai sumber memungkinkan kelebihan kredit
yang dihasilkan dari negara dengan tarif pajak tinggi untuk mengurangi laba
yang diterima dari wilayah dengan tarif pajak rendah. Kelebihan kredit pajak dapat diperluas untuk pajak-pajak yang
dibayarkan berkaitan dengan deviden yang dibagikan oleh perusahaan luar negeri
lapis kedua dan ketiga dalam suatu jaringan perusahaan multinasional.
Alokasi Akuntansi Biaya
Alokasi biaya internal diantara perusahaan-perusahaan kelompok merupakan
sarana lain untuk menggeser laba dari negara dengan pajak tinggi negara dengan
pajak rendah. Yang paling umum adalah alokasi beban overhead perusahaan kepada perusahaan afiliasi di negara-negara
dengan pajak tinggi.
Penetapan Harga untuk Lokasi dan Pengiriman
Lokasi dari sistem produksi dan distribusi juga memberikan keuntungan
pajak. Laba bagi sistem perusahaan secara keseluruhan dapat ditingkatkan dengan
menentukan harga transfer yang tinggi atas komponen yang dikirimkan dari anak
perusahaan di negara-negara dengan tingkat pajak yang relatif rendah dan harga transfer rendah atas komponen-komponen yang dikirimkan dari anak
perusahaan yang berada di negara-negara dengan tarif pajak yang relatif tinggi.
Menyatukan Perencanaan Pajak Internasional
Untuk bisa mencapai integrasi perencanaan pajak internasional, penasihat
pajak menyarankan langkah-langkah berikut:
1. Mencari advis
pajak dalam setiap yurisdiksi yang relevan.
2. Mengomunikasikan
semua fakta kepada setiap penasihat pajak.
3. Menunjuk penasihat pajak tunggal untuk berkoordinasi dan
menggabungkan advis dari berbagai yurisdiksi.
4. Menjamin bahwa
rencana pajak sesuai dengan bisnis, perencanaan pajak
lintas negara yang canggih tidak bisa dibeli begitu saja.
5. Menempatkan
semua analisis pajak dalam bentuk tulisan.
6. Berhati-hati
dengan dokumentasi transaksi.
7. Mencari advis
hukum berkualitas tinggi untuk setiap posisi pajak yang masuk ke dalam area
abu-abu atau mungkin dianggap agresif.
8. Pertimbangkan
bagaimana perasaan Anda jika perencanaan pajak Anda muncul dalam surat kabar
lokal.
PENETAPAN
HARGA PENGIRIMAN INTERNASIONAL : VARIABEL-VARIABEL YANG MENYULITKAN
Penetapan harga pengiriman merupakan sumber yang cukup baru. Penetapan
harga di Amerika Serikat berkembang seiring dengan gerakan
desentralisasi yang mempengaruhi banyak bisnis Amerika selama paruh pertama
abad ke-20. Variabel-variabel seperti pajak, tarif, persaingan, tingkat
inflasi, nilai mata uang, pembatasan pengiriman dana risiko politik dan
ketertarikan mitra usaha patungan sangat menyulitkan pengambilan keputusan
untuk penetapan harga pengiriman.
Pertimbangan-pertimbangan Pajak
Jika tidak ditiadakan oleh
undang-undang, keuntungan perusahaan bisa ditingkatkan dengan
menetapkan harga pengiriman untuk memindahkan keuntungan dari anak perusahaan yang berlokasi di negara-negara yang berpajak tinggi ke
anak perusahaan yang berlokasi di negara-negara berpajak
rendah. Pengiriman intra perusahaan
didasarkan pada: harga yang
terjaga dan penetapan harga transfer. Harga terjaga adalah
salah satu pihak yang tidak terkait akan menerima barang sama atau serupa dalam
situasi yang sama atau serupa. Metode-metode penetapan harga terjaga meliputi :
1. Penetapan harga
otomatis yang sebanding
2. Penetapan harga
jual kembali
3. Penetapan harga
untuk biaya tambahan
4. Metode-metode
penetapan harga lainnya
Persetujuan umum yang muncul diantara pemerintah memandang penetapan harga
yang terjaga sebagai standar yang tepat
dalam menghitung keuntungan untuk
tujuan pajak. Namun
Negara-negara memiliki pandangan berbeda dalam menafsirkan dan
mengimplementasikan penetapan harga terjaga. Metode ini merupakan konsep tidak
tetap secara internasional.
Otoritas pajak diseluruh dunia sedang menyusun aturan-aturan mengenai penetapan harga pengiriman yang baru dan meningkatkan daya upaya. Penetapan
harga pengiriman tersebut adalah harga transfer. Dan harga
transfer menjadi beban ketetapan utama yang
dirancang untuk memperkecil perpajakan global yang
sering menyimpangkan sistem kontrol multinasional.
Ketika setiap cabang
perusahaan dinilai sebagai pusat keuntungan tersendiri, kebijakan ketetapan
harga tersebut bisa menghasilkan ukuran performa yang menyimpang dimana pada
umumnya menjadi konflik antara target perusahaan pusat dan cabang.
Perhitungan Tarif
Tarif barang-barang impor juga
mempengaruhi kebijakan penetapan harga transfer perusahaan multinasional. Jika
sebuah perusahaan mengekspor barang kepada cabang perusahaannya yang
berdomisili di sebuah Negara bertarif tinggi bisa mengurangi beban tarifnya
dengan menekan harga barang dagangan yang dikirim kesana.
Faktor-Faktor Kompetitif
Untuk menfasilitasi pendirian cabang perusahaan
diluar negeri, perusahaan induk bisa
mendukung cabang perusahaan dengan memakai faktur pada harga yang sangat rendah. Semua harga cabang perusahaan ini bisa dihilangkan secara berkala
ketika cabang perusahaan memperkuat posisinya dipasar
luar negeri. Sama halnya harga transfer yang rendah bisa
digunakan untuk membentengi usaha yang ada dari dampak persaingan asing dipasar
lokal atau pasal lainnya: dengan kata lain, profit yang diperoleh dari suatu
Negara dapat menyokong penetrasi kepasar lain.
Untuk memperbaiki akses cabang perusahaan luar negeri dengan pasar modal,
ketetapan harga transfer rendah untuk input dan ketetapan harga transfer tinggi
untuk output bisa menyokong laporan pendapatan dan posisi keuangan.
Kadang-kadang harga transfer dapat digunakan
untuk melemahkan cabang
perusahaan pesaing.
Risiko Lingkungan
Perhitungan persaingan diluar negeri
menuntut beban biaya transfer
yang rendah untuk cabang perusahaan luar negeri, risiko
dari inflasi harga tinggi mungkin sebaliknya. Inflasi mengikis daya
beli kas perusahaan. Harga transfer yang tinggi untuk barang atau jasa membuat
cabang perusahaan berhadapan dengen inflasi tinggi yang bisa menghanguskan
semua kas yang ada di cabang perusahaan.
Perhitungan Penilaian Performa
Kebijakan penetapan harga juga
dipengaruhi oleh dampak dalam
tindakan manajerial, dan
sering menjadi penentu utama
performa perusahaan. Jika
perusahaan cabang bebas menentukan harga transfer, para manajer mungkin tidak
bisa menangani konflik antara apa yang terbaik untuk cabang perusahaan dan yang
terbaik untuk perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi
dampak bagi manajemen perusahaan malahan mungkin akan jadi buruk jika
perusahaan pusat mendikte harga transfer dan mendasari alternatif yang
dipandang berwenang dan tidak beralasan. Semakin banyak keputusan yang dibuat
oleh perusahaan pusat, maka profit desentralisasi kurang menguntungkan, karena
manajer lokal kehilangan dorongan untuk bertindak demi keuntungan dari usaha
lokal mereka.
Kontribusi Akuntansi
Manajemen akuntan bisa berperan signifikan dalam mengukur sasaran
dalamstrategi penetapan harga
transfer. Rintangan adalah
menjaga perspektif global ketika memetakan
keuntungan dan biaya yang sesuai dengan keputusan harga transfer. Pertama yang terjadi adalah dampaknya pada keputusan dalam sistem
perusahaan.
Mengukur sejumlah kesepakatan adalah sulit karena pengaruh lingkungan yang
harus diperhitungkan secara kelompok, tidak secara individu. Satu hal yang
jelas adalah perhitungan dangkal tentang dampak kebijakan harga transfer tinggi
pada masing-masing unit dalam sistem multinasional yang tidak dapat diterima.
METODOLOGI PENENTUAN HARGA TRANSFER
Dalam suatu dunia dengan pasar yang sangat kompetitif, tidak akan menjadi
masalah besar ketika hendak menetapkan harga transfer sumber daya dan jasa
antar perusahaan. Harga transfer dapat didasarkan pada biaya
selisih kenaikan atau harga pasar. Pengaruh lingkungan atas harga transfer juga
menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai metodologi penentuan harga.
Pasar Versus Biaya Versus….?
Harga pasar menunjukan peluang biaya dengan suatu pemindahan yang tidak menjual diluar pasar, dan kegunaan mereka akan mendorong efisiensi kegunaan dari sumber-sumber perusahaan yang jarang
digunakan. Kegunaan mereka juga disebut konsisten dengan orientasi pusat laba
terdesentralisasi. Harga pasar juga menentukan mana usaha yang dapat
menguntungkan dengan usaha yang tidak menguntungkan, dan lebih mudah untuk
mempertahankan otoritas perpajakan sebagai rentangan harga.
Keuntungan dari pasar berbasis harga transfer harus dititik beratkan
pada beberapa kelemahan, salah satunya adalah
penggunaan harga transfer tidak memberikan perusahaan
keleluasaan perusahaan untuk menentukan harga untuk tujuan atau strategi persaingan. Masalah yang lebih mendasar lagi adalah
seringnya tidak ada pasar menengah untuk produk
atau servis yang meragukan. Dalam perusahaan multinasional
transaksi dimana perusahaan independen tidak bertanggung jawab, seperti mengirim
sebuah barang berharga, sangat mengandalkan
teknik dari cabang perusahaan. Biaya berbasis harga transfer menghasilkan
banyaknya keterbatasan, karena:
1. Mudah digunakan.
2. Berdasarkan data
yang sudah ada.
3. Mudah menentukan
otoritas pajak.
4. Bersifat rutin,
dengan demikian membantu menghindari keretakan internal.
Prinsip Arm’s-Lenght
Ciri khas multinasional
adalah sebuah usaha berintegritas cabang perusahaan tersebut dibawah kendali dan berbagai sumber serta tujuan secara umum.
Berdasarkan pada prinsip arms length,
dimana harga transfer perusahaan seolah olah terjadi antara pihak yang tidak
berhubungan dalam pasar kompetitif. Beberapa metode basar dalam menetapkan harga berdasarkan arms price.
Metode Perbandingan Harga Bebas
Dalam pendekatan ini harga transfer ditentukan dengan mengacu pada harga
yangdigunakan dalam persamaan
transaksi antara perusahaan
independen atau antara perusahaan dan partai ketiga yang
tidak berhubungan.
Metode Perbandingan Transaksi Bebas
Metode ini menetapkan transfer aset tak berwujud. Mengidentifikasi patokan
nilai royalti dengan mengacu pada metode harga transaksi bebas di mana aset tak
berwujud yang sama atau serupa telah
ditransfer. Seperti metode perbandingan
harga bebas, metode ini membahas tentang perbandingan harga.
Metode Harga Penjualan Ulang
Metode ini menghitung sebuah harga arms
length yang diawali dengan harga penjualan akhir
dimana barang disebutkan dijual ke partai bebas. Margin yang tidak tepat untuk menutupi pengeluaran dan profit normal kemudian diambil dari harga ini untuk memperoleh harga transfer
antar perusahaan.
Metode Penetapan Biaya Lebih
Merupakan sebuah pendekatan bekerja maju dimana kenaikan harga ditambahkan
untuk biaya transfer cabang perusahaan dalam
mata uang lokal. Kenaikan harga biasanya mencakup :
- Menghubungkan biaya keuangan yang berkaitan dengan biaya tambahan eksport, piutang dan asset yang digunakan
- Persentase biaya yang menutupi produksi, distribusi, perundangan, pengapalan dan biaya lainnya yang berhubungan dengan usaha eksport. Sebuah penyeragaman sering dibuat untuk menggambarkan subsidi pemerintah yang dirancang untuk membuat biaya produksi kompetitif dikancah pasar internasional
Metode Perbandingan Keuntungan
Menurut metode ini keuntungan antar perusahaan pada transaksi antar partai
yangberhubungan sebaiknya bisa dibandingkan dengan keuntungan pada transaksi
antar partai yang tidak berhubungan yang melakukan bisnis yang sama dengan
keadaan yang serupa.
Metode Pembagian Keuntungan
Metode ini digunakan ketika patokan produk ataup asar tidak ada. Pembagian
keuntungan yang dihasilkan pada transaksi partai yang berkaitan antar cabang perusahaan dalam gaya arms
length. Satu perbedaan dalam pendekatan ini metode perbandingan pembagian keuntungan membagi keuntungan yang dihasilkan oleh transaksi partai yang berkaitan menggunakan
alokasi presentase keuntungan gabungan dari perusahaan bebas dengan jenis aktivitas
dan transaksi yang sama.
Metode Penetapan Harga Lainnya
Kebanyakan negara yang memiliki
undang-undang penetapan harga transfer lebih memilih
metode berbasis transaksi (bisa
dibandingkan dengan harga
bebas, bisa dibandingkan dengan transaksi bebas, harga penjualan
kembali, metode cost-plus) daripada
metode berbasis keuntungan (metode membandingkan profit dan pembagian keuntunga).
Perjanjian Penetapan Harga Lanjutan
Advance Pricing Agreements (APAs) adalah sebuah mekanisme dimana otoritas
perpajakan dan multinasional dengan sukarela merundingkan metododologi
penetapan harga transfer yang disepakati dan mengikat kedua partai. Semua
perjanjian ini mengurangi dan menghapus risiko dalam audit penetapan harga
transfer, hemat waktu dan uang untuk multinasional dan otoritas pajak.
PRAKTIK PENETAPAN HARGA TRANSFER
Perusahaan multinasional dengan sangat jelas memiliki berbagai dimensi,
seperti ukuran industri, kebangsaan, struktur organisasi, tingkat keterlibatan internasional, teknologi, produk atau jasa,
dan kondisi bersaing. Namun dalam prakteknya banyak ditemukan
keseragaman dalam penetapan harga transfer.
MASA DEPAN
Teknologi dan ekonomi global
menantang berbagai prinsip dimana didasarkan pada perpajakan
internasional. Salah satu prinsip ini adalah setiap negara memiliki hakuntuk
memutuskan bagi mereka sendiri seberapa besar penarikan pajak dari
masyarakatdan bisnis kawasanya.
Pemerintah diseluruh dunia mengharuskan metode penetapan harga transfer berdasarkan prinsip arms
lenght. Yaitu usaha multinasional dinegara berbeda dikenakan pajak jika mereka adalah perusahaan
independen yang menjalankan arms length
satu sama lain.
Bagaimana semua pernyataan ini menyatakan perpajakan internasional? Apakah
perpajakan global sesuai dengan perusahaan global? Kita telah melihat kerja
sama yang lebih hebat dan berbagi informasi tentang otoritas pajak di seluruh
dunia. Mode seperti ini akan terus berlanjut, di saat yang sama, para ahli meramalkan sebuah persaingan pajak yang lebih
hebat. Internet memberikan persembunyian dari pajak lebih mudah. Beberapa
peneliti menganjurkan sebuah pajak
kesatuan sebagai sebuah alternatif dalam menggunakan harga transfer untuk menentukan pemasukan yang
wajib dikenakan pajak. Dalam pendekatan ini, keuntungan total
multinasional cukup berdampak bagi negara. Kemudian setiap negara akan
mengenakan pajak untuk setiap keuntungan berapapun jika sesuai. Jelasnya,
perpajakan di masa depan akan menghadapi banyak tantangan dan perubahan.
Sumber :
Sumber :
Choi, Frederick D.S.
and Meek, Gary K. 2010. Akuntansi Internasional. Buku 1 Edisi 6, Jakarta :
Salemba Empat
