AKUNTANSI INTERNASIONAL
NAMA : Ayu Faradilla
NPM : 21213538
KELAS : 4EB25
AKUNTANSI KOMPARATIF DI ASIA
1.
JEPANG
Pembukuan dan laporan keuangan di Jepang menggambarkan adanya percampuran
dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi
pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan
terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan
perusahaan jepang. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami budaya, praktik
bisnis dan sejarah Jepang. Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas
tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain.
Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat raksasa ini disebut
keiretsu. Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi
adanya pengaruh jerman, sisa abad selanjutnya adalah pemikiran AS. Pada 2001
terjadi perubahan yang besar dengan pembentukan organisasi organisasi
pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas saham satu sama lain, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Investasi yang saling
bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut
sebagai keiretsu. Modal usaha
keiretsu ini sedang dalam perubahan seiring dengan reformasi structural yang
dilakukan Jepang untuk mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun 1990-
an. Krisis keuangan yang mengikuti pecahnya ekonomi gelembung Jepang juga
mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh atas pelaporan keuangan Jepang.
Jelas terlihat bahwa banyak praktik akuntansi menyembunyikan betapa buruknya
perusahaan jepang. Suatu perubahan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir
tahun 1990-an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang
menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standarisasi internasional.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi
Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum:
·
undang-undang perusahaan (companuy low).
·
undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law).
·
undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law).
Ketiga badan hukum tersebut
saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem
legal triangular.
Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ).
Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling
memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang didirikan berdasrkan
undang-undang perusahaan diwajibkan untuk
memenuhi ketentuan akuntansi.
Berdasarkan undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta
jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang, baik auditor
berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan
yang dipublikasikan oleh perussahaan sesuai dengan undang-undang pertukaran dan
sekuritas. Auditor yang berwenang tidak
memerlukan kualifikasi professional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit
berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai
dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan pemeriksaan
terhadap laporan dan catatan keuangan, serta harus dilakukan oleh akuntan publik
bersertifikasi (certified public accountans - CPAS).
Laporan Keuangan
Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang
perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk
mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat pemegang
saham, yang isinya antara lain :
1. Neraca
2. Laporan laba/rugi
3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4. Laporan bisnis
5. Jadwal terkait
Catatan yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan
kebijakan akuntansi dan menyediakan tambahan lain, seperti pada Negara-negara
lain. Laporan bisnis berisikan ringkasan system bisnis dan pengendalian
internal mereka, serta informasi mengenai operasional, posisi keuangan, dan
hasil operasional. Beberapa jadwal pendukung juga dibutuhkan, tetapi terpisah
dari catatan, yaitu:
1.
Perubahan pada obligasi dan utang jangka pendek dan panjang
2.
Perubahan pada aktiva tetap dan akumulasi penyusutan
3.
Asset yang dijaminkan
4.
Jaminan utang
5.
Perubahan pencadangan
6.
Jumlah dari dan untuk pemegang saham
7.
Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan serta jumlah saham anak
perusahaan
8.
Penerimaan dari anak perusahaan
9. Transaksi dengan direktur, auditor berwenang, pemegang saham dan pihak
ketiga yang menghasilkan konflik kepentingan
10.
Pembayaran gaji kepada direktur dan auditor berwenang
Informasi tersebut disiapkan untuk satu tahun pada dasar induk
perusahaan dan diaudit oleh auditor yang berwenang. Undang-undang perusahaan tidak membutuhkan laporan arus kas atau
dana.
Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham)
untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada
perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan
dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset
bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta
subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi
dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh
signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa
dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau
dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk
perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian
bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan.
Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah
minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan
auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.
2.
CINA
Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari
program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun
masih dalam kendali partai komunis. Ekonomi Cina saat ini
digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan
industri strategis, sementara industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor
swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar. Melihat perkembangan sistem
ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah
seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi. Perekonomian Cina saat ini paling tepat disebut
sebagai perekonomian campuran, di mana negara mengendalikan komoditas dan
industri yang strategis, sementara industri lain serta sektor komersial dan swasta, diatur oleh sistem yang
berorientasi kepada pasar.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang akuntansi, terakhir kali diubah
pada tahun 2000, mencakup seluruh perusahaan dan organisasi, termasuk semua yang tidak dimiliki dan tidak dikendalikan oleh negara. Dewan Negara telah
mengeluarkan Aturan Pelaporan dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan (Financial
Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). Semua peraturan fokus
pada pembukuan, persiapan laporan keuangan, praktik pelaporan dan akuntansi
keuangan lainnya dan berbagai hal tentang pelaporan.
Pada tahun 1992, departemen keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE), sebuah konsep
kerangka kerja yang dirancang untuk menuntut perkembangan standar baru
akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan akuntansi cina
dengan praktik internasional.
Komite standar akuntansi cina CASC telah didirikan pada tahun 1998 sebagai
lembaga berwenang didalam departemen keuangan yang berwenangdidalam departemen
keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru
ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang
pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
Laporan Keuangan
Periode
pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan laporan keuangan terdiri atas
:
1.
Neraca
2.
Laporan laba/rugi
3.
Laporan arus kas
4.
Laporan perubahan ekuitas
5.
Catatan
Laporan tambahan dibutuhkan untuk
pengungkapan penurunan nilai asset, perubahan pada struktur modal, apropriasi
laba, dan bisnis, dan aspek geografis. Catatan mencangkup sebuah laporan
kebijakan akuntansi.
Patokan Akuntansi
1. Penggabungan
usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
2. Kapitalisasi dan
Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill.
3. Untuk menghitung
usaha gabungan digunakan metode ekuitas.
4. Penilaian aset
menggunakan basis harga perolehan.
5. Biaya depresiasi
didasarkan pada basis ekonomi.
6. Penilaian
persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
3.
INDIA
Perekonomian
eropa mulai bersaing dengan india setelah portugis tiba pada tahun 1498. Benteng
luar pertama orang Inggris dibentuk di perusahaan India bagian selatan tahun
1619. Dari 1947
sampai akhir 1970-an, ekonomi india digolongkan dengan bergaya program sosialis
pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor, dan
stasiun perdagangan terus-menerus dibuka di bagian lain selama tahun 1850-an. Akan tetapi, kurangnya persaingan
akibat pada rendahnya kualitas produk dan inefisiensi dalam produksi. Perubahan
di india terjadi pada tahun 1991 yang telah memutus kendali birokrasi dan
mendorong terciptanya pasar yang lebih kompetitif.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
a. Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris.
b. Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956
memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta
tersebut, Kitab Akuntansi :
· Harus memberikan sudut pandang yang adil dan
sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan.
· Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan system
akuntansi pencatatan ganda
c. Lembaga yang bertanggung jawab atas izin profesi
Akuntansi, pengembangan standart dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut
berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi.
d. Standar Akuntansi India atau Indian Accounting
Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting
Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau(Auditing Assurance
Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar.
e. Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities
and Exchange Board of India (SEBI).
Laporan Keuangan
1.
Neraca dua tahun
2.
Laporan laba/rugi
3.
Laporan arus kas
4.
Kebijakan akuntansi
5.
Catatan
Perusahaan
yang tidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi
bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laopran
inti.
Patokan Akuntansi
•
Penggabungan.
• Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian
besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation.
•
Goodwill.
•
Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
• Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan
asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun.
• Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan
nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata.
• Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi
terhadap masa penggunaan sewa.
•
Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus
SUMBER :
Choi, Frederick D.S. and Meek, Gary K. 2010. Akuntansi
Internasional Buku 1 Edisi 6, Jakarta : Salemba Empat
