Monday, 24 April 2017

2.3 AKUNTANSI DI ASIA


AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA            : Ayu Faradilla
NPM               : 21213538
KELAS           : 4EB25

AKUNTANSI KOMPARATIF DI ASIA

1.        JEPANG
Pembukuan dan laporan keuangan di Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami budaya, praktik bisnis dan sejarah Jepang. Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat  raksasa ini disebut keiretsu. Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh jerman, sisa abad selanjutnya adalah pemikiran AS. Pada 2001 terjadi perubahan yang besar dengan pembentukan organisasi organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas saham satu sama lain, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Investasi yang saling bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut sebagai keiretsu. Modal usaha keiretsu ini sedang dalam perubahan seiring dengan reformasi structural yang dilakukan Jepang untuk mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun 1990- an. Krisis keuangan yang mengikuti pecahnya ekonomi gelembung Jepang juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh atas pelaporan keuangan Jepang. Jelas terlihat bahwa banyak praktik akuntansi menyembunyikan betapa buruknya perusahaan jepang. Suatu perubahan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990-an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standarisasi internasional.

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: 
·      undang-undang perusahaan (companuy low).
·      undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law).
·      undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law).
Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem legal triangular.

Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang didirikan berdasrkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Berdasarkan undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang, baik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perussahaan sesuai dengan undang-undang pertukaran dan sekuritas.  Auditor yang berwenang tidak memerlukan kualifikasi professional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan pemeriksaan terhadap laporan dan catatan keuangan, serta harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans - CPAS).

Laporan Keuangan
Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain :
   1.    Neraca
   2.    Laporan laba/rugi
   3.    Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
   4.    Laporan bisnis
   5.    Jadwal terkait
Catatan yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan kebijakan akuntansi dan menyediakan tambahan lain, seperti pada Negara-negara lain. Laporan bisnis berisikan ringkasan system bisnis dan pengendalian internal mereka, serta informasi mengenai operasional, posisi keuangan, dan hasil operasional. Beberapa jadwal pendukung juga dibutuhkan, tetapi terpisah dari catatan, yaitu:
1.         Perubahan pada obligasi dan utang jangka pendek dan panjang
2.         Perubahan pada aktiva tetap dan akumulasi penyusutan
3.         Asset yang dijaminkan
4.         Jaminan utang
5.         Perubahan pencadangan
6.         Jumlah dari dan untuk pemegang saham
7.         Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan serta jumlah saham anak perusahaan
8.         Penerimaan dari anak perusahaan
9.   Transaksi dengan direktur, auditor berwenang, pemegang saham dan pihak ketiga yang menghasilkan konflik kepentingan
10.     Pembayaran gaji kepada direktur dan auditor berwenang
Informasi tersebut disiapkan untuk satu tahun pada dasar induk perusahaan dan diaudit oleh auditor yang berwenang. Undang-undang perusahaan tidak membutuhkan laporan arus kas atau dana.

Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.

2.        CINA
Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali partai komunis. Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar. Melihat perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi. Perekonomian Cina saat ini paling tepat disebut sebagai perekonomian campuran, di mana negara mengendalikan komoditas dan industri yang strategis, sementara industri lain serta sektor komersial dan swasta, diatur oleh sistem yang berorientasi kepada pasar.

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang akuntansi, terakhir kali diubah pada tahun 2000, mencakup seluruh perusahaan dan organisasi, termasuk semua yang tidak dimiliki dan tidak dikendalikan oleh negara. Dewan Negara telah mengeluarkan Aturan Pelaporan dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan (Financial Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). Semua peraturan fokus pada pembukuan, persiapan laporan keuangan, praktik pelaporan dan akuntansi keuangan lainnya dan berbagai hal tentang pelaporan.
Pada tahun 1992, departemen keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE), sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntut perkembangan standar baru akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan akuntansi cina dengan praktik internasional.
Komite standar akuntansi cina CASC telah didirikan pada tahun 1998 sebagai lembaga berwenang didalam departemen keuangan yang berwenangdidalam departemen keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.

Laporan Keuangan
Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan laporan keuangan terdiri atas :
1.    Neraca
2.    Laporan laba/rugi
3.    Laporan arus kas
4.    Laporan perubahan ekuitas
5.    Catatan
Laporan tambahan dibutuhkan untuk pengungkapan penurunan nilai asset, perubahan pada struktur modal, apropriasi laba, dan bisnis, dan aspek geografis. Catatan mencangkup sebuah laporan kebijakan akuntansi.

Patokan Akuntansi
1.    Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
2.    Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill.
3.    Untuk menghitung usaha gabungan digunakan metode ekuitas.
4.    Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan.
5.    Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi.
6.    Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.

3.        INDIA
Perekonomian eropa mulai bersaing dengan india setelah portugis tiba pada tahun 1498. Benteng luar pertama orang Inggris dibentuk di perusahaan India bagian selatan tahun 1619. Dari 1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi india digolongkan dengan bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor, dan stasiun perdagangan terus-menerus dibuka di bagian lain selama tahun 1850-an. Akan tetapi, kurangnya persaingan akibat pada rendahnya kualitas produk dan inefisiensi dalam produksi. Perubahan di india terjadi pada tahun 1991 yang telah memutus kendali birokrasi dan mendorong terciptanya pasar yang lebih kompetitif.

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
a.        Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris.
b.    Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi :
·     Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan.
·         Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan system akuntansi pencatatan ganda
c.     Lembaga yang bertanggung jawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standart dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi.
d.   Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau(Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar.
e.        Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India (SEBI).

Laporan Keuangan
     1.      Neraca dua tahun
     2.      Laporan laba/rugi
     3.      Laporan arus kas
     4.      Kebijakan akuntansi
     5.      Catatan
 Perusahaan yang tidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laopran inti.

Patokan Akuntansi
   •     Penggabungan.
  •  Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation.
   •     Goodwill.
   •     Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
  •  Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun.
   •    Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata.
   •  Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa.
   •     Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus


SUMBER :
Choi, Frederick D.S. and Meek, Gary K. 2010. Akuntansi Internasional Buku 1 Edisi 6, Jakarta : Salemba Empat

2.2 AKUNTANSI DI AMERIKA


AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA            : Ayu Faradilla
NPM               : 21213538
KELAS           : 4EB25

AKUNTANSI KOMPARATIF DI AMERIKA

     1.         AMERIKA SERIKAT
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sektor swasta ( Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standars Boardi – FASB), tetapi sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commision – SEC) juga memiliki  kekuasaan untuk menetapkan standarnya sendiri. Kunci utama yang menghubungkan dua sistem kekuasaan yang terbagi ini sehingga dapat bekerja secara efektif adalah SEC Accounting Series Release (ASR)  No. 150 tahun 1973.
Hingga tahun 2002, Institut Amerika untuk Akuntan Publik Bersertifikat (American Institute of Certified Public Accountans – AICPA), badan sektor swasta lainnya, menetapkan standar aauditing. Pada tahun itu, Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Public Company Accounting Oversight Board – PCAOB) didirikan dengan kekuasaaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. PCAOB adalah sektor swasta yang diawasi oleh SEC.
SEC merupakan badan pengatur independen, yang berarti kongres presiden tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kebijakan yang diambil. Meskipun demikian, lima komisaris SEC purna waktu ditunjuk oleh presiden dan dikonfirmasi oleh senat dan SEC hanya memiliki kekuasaan yang diserahkan oleh kongres melalui anggran dasarnya. Sebagai bagian dari proses pengaturan, SEC  mengeluarkan Accounting Series Releases, untuk menyusun laporan keuangan yang harus diserahkan kepada SEC.
Kewenangan yang diberikan oleh Kongres Amerika kepada SEC mengizinkan SEC ikut melaksanakan penerapan hukum sipil terhadap perorangan ataupun perusahaan yang didapatinya telah melakukan kejahatan akuntansi memberikan informasi yang tidak benar, terlibat dalam insider trading ataupun pelanggaran lainnya terhadap undang-undang pasar modal (securities law). SEC juga bekerja sama dengan penegak hukum lainnya di Amerika ikut penuntutan hukum dari perorangan maupun perusahaan yang melakukan kesalahan yang dikategorikan termasuk dalam kejahatan.
FASB didirikan pada tahun 1973 dan perbulan Desember 2003 telah menerbitkan 150 pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Standards – SFAS). Tujuan SFAS adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan investor potensial, kreditor, dan pihak – pihak lain yang membuat keputusan investasi, kredit dan sejenisnya.

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan. Perusahaan di Amerika Serikat dibentuk di bawah hukum negara, bukan hukum federal. Setiap negara bagian memiliki peraturan dasar perusahaan tersendiri; secara umum, peraturan tersebut mengandung persyaratan minimal untuk menjaga catatan akuntansi serta publikasi periodik laporan keuangan. FASB menjalani proses prosedur yang panjang sebelum mengeluarkan SFAS. Dalam rangka mengembangkan agenda kerja, mereka mendengarkan saran dari dewan untuk membantu mengidentifikasi permasalahan akuntansi yang membutuhkan perhatian.

Laporan Akuntansi
Laporan keuangan yang seharusnya dibuat oleh perusahan di Amerika Serikat meliputi komponen:
   1.      Laporan manajemen.
   2.      Laporan auditor independen.
   3.      Laporan keuangan utama ( laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham).
   4.      Diskusi manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan.
   5.      Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan.
   6.      Catatan atas laporan keuangan.
   7.      Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun.
   8.      Data kuartal terpilih.

Laporan keuangan konsolidasi bersifat wajib dan laporan keuangan AS yang diterbitkan biasanya tidak memuat hanya laporan induk perusahaan saja. Aturan konsolidasi mengharuskan seluruh anak perusahaan yang dikendalikan (yaitu dengan kepemilikan yang melebihi 50% dari saham dengan hak suara) harus dikonsolidasikan secara penuh, walaupun operasi anak perusahaan tersebut tidak homogen. Laporan keuangan intern (kwartalan) diwajibkan untuk perusahaan yang sahamnya tercatat pada bursa efek utama. Laporan ini biasanya hanya berisi laporan keuangan ringkas yang tidak diaudit dan komentar manajemen secara singkat.

Patokan Akuntansi
   1.      Penggabungan bisnis dihitung seperti sebuah pembelian.
   2.      Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dengan harga pasar dibawah aset bersih yang diperoleh.
   3.      Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai dengan harga perolehan.
   4.      Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan Average.
   5.      LIFO digunakan untuk tujuan kepentingan pajak.
   6.      Penyesuaian mata uang asing megikuti  persyaratan dari SFASS no.52 yang berdasarkan pada tambahan fungsional mata uang asing untuk menentukan metodologi penyesuaian pertukaran mata uang asing.
   7.      Penyusutan dan amorrtisasi  ditentukaan dengan estimasi umur ekonomis.
   8.      Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan.

     2.         MEKSIKO
Sebelum penaklukan spanyol pada tahun 1500-an, meksiko merupakan rumah bagi bermacam kebudayaan, termasuk Olmec, Maya, Toltec dan Aztec. Meksiko memiliki Free-Market ekonomi yang besar. Perusahaan milik pemerintah atau yang dikontrol perusahaan mengusai industri perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan swasta mendominasi prabrik, konstruksi, tambang, hiburan, serta industri pelayanan. Perjanjian yang paling penting bagi Meksiko adalah North America Free Trade Agereement  (NAFTA), yang ditandatangani oleh Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 1994.  Hampir 60% untuk perdagangan impor dan 90% untuk ekspor Meksiko berasal dari Amerika Serikat. Meksiko merupakan negara dengan perekonomian tersebar kedua belas (dalam hal produk domestik bruto).

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi negara Meksiko adalah Code Law, dan standardisasi akuntansinya dikeluarkan oleh Council for Research  and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La  Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion  Financiera - CINIF). Untuk standardsasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melaluiAuditing standards and Procedures Commision.
Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar  dan kecil serta dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis. Semua perusahaan yang berada di bawah hukum meksiko harus menunjuk minimal satu auditor berwenang untuk melapor pada para pemegang saham terkait laporan keuangan tahunan.

Laporan Akuntansi
Tahun fiskal perusahaan di Meksiko harus bersamaan dengan kalender tahunan perbandingan laporan keuangan gabungan yang harus disiapkan antara lain :
•     Neraca
•     Laporan laba/rugi
•     Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
•     Laporan perubahan posisi keuangan
•     Catatan
Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi, efek penyesuaian tersebut ditunjukkan pada laporan perubahan ekuitas pemegang saham yang sama dengan laporan arus kas serta terbagi kedalam aktivitas operasional, investasi, dan keuangan.
Catatan adalah bagian yang melengkapi laporan atas perubahan posisi keuangan (yang dibantu oleh laporan auditor) yaitu antara lain:
•     Kebijakan akuntansi pada perusahaan
•     Katersediaan material
•     Komitmen untuk pembelian saham substansial atau di bawah hak kontrak
•     Penjelesan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing.
•     Batasan dividen
•     Jaminan
•     Rencana pension pegawai
•     Transaksi dengan perusahaan sejawat
•     Pajak

Patokan Akuntansi
•     Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian.
•    Goodwill  merupakan kelebihan harga pembelian terhadap nilai sekarang aset bersih yang didapatkan.
•    Aset berwujud / tidak berwujud didepresiasi / diamortisasi  berdasarkan masa manfaatnya (biasanya tidak lebih dari 20tahun)
•   Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknologi hadir.
•     Sewa guna usaha termasuk ke dalam financial lease atau operational lease.
•     Kerugian bersyarat diakui ketika mungkin terjadi dan dapat diukur.
•     Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko.
•     Pajak tangguhan disediakan dengan menggunakan metode kewajiban.


SUMBER :
Choi, Frederick D.S. and Meek, Gary K. 2010. Akuntansi Internasional Buku 1 Edisi 6, Jakarta : Salemba Empat
     http://christiedesy.blogspot.co.id/2017/03/akuntansi-internasional-akuntansi_25.html