Monday, 27 March 2017

Tugas 1.1 Akuntansi Internasional, Trend kebijakan Sektor Keuangan & Pasar Modal


Akuntansi Internasional
•        Akuntansi Internasional Berbeda dengan Akuntansi Lainnya
Tidaklah berbeda dengan peranan akuntansi yang dimaksudkan, hal yang membuat berbeda adalah bahwa entitas yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (MNC/Multinational Company) dengan operasi dan transaksi yang melintas batas-batas negara, atau suatu entitas dengan kewajiban pelaporan  kepada para pengguna yang beralokasi di negara selain negara entitas pelaporan.
Jumlah  akuntansi dapat berbeda secara signifikan sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengaturnya. Perbedaan dalam budaya,praktik bisnis, politik, dan perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, risiko bisnis, dan hukum pajak seluruhnya memengaruhi bagaimana MNC melakukan kegiatan operasi dan pelaporan laporan keuangannya di seluruh dunia.

Jadi, perbedaan akuntansi internasional terletak pada :
      1.      Pelaporan untuk Perusahaan Multinasional
      2.      Batas Negara
      3.      Pelaporan untuk pihak lain di Negara berbeda
      4.      Perpajakan Internasional
      5.      Transaksi Internasional

Pada pengertiannya, akuntansi internasional merupakan akuntansi sebagai transaksi internasional, perbandingan prinsip-prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi  berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya di seluruh dunia.
Definisi akuntansi internasional menurut (Iqbal, Malcher, dan Elmallah, 1997:18), yaitu akuntansi untuk transaksi antar negara, perbandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara yang berlainan.
Menurut (Weirich et.al (Belkaoui,1985) mencangkup semua perbedaan prinsip, metode dan standar akuntansi semua negara. Termasuk didalamnya prinsip akuntansi (GAAP) yang ditetapkan di tiap negara, sehingga akuntansi menguasai semua prinsip di semua negara  jika mempelajari akuntansi internasional.  
Menurut (Belkaoui,1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi adalah :
1.      Relativisme budaya
2.      Relativisme bahasa
3.      Relativisme politik dan sipil
4.      Relativisme ekonomi dan penduduk
5.      Relativisme hukum dan pajak

Selain itu didalam akuntansi internasional memilki karakteristirk-karekateristik dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, antara lain adalah dengan sebagai berikut:

Karakteristik-karakteristik akuntansi internasional
     1.      Bisnis internasional
    2.     Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
     3.      Ketergantungan pada perdagangan internasional.

Faktor-faktor yang mempengaruhi akuntansi internasional
      1.      Sumber Pendanaan
Di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
      2.      Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
      3.      Perpajakan
Di kebanyakan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
      4.      Ikatan Politik dan Ekonomi
      5.      Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
      6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
      7.      Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko  efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
      8.      Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.
 
Akuntansi mencangkup beberapa proses yang luas :
    1.    Pengukuran
Proses pengidentifiasi, pengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. (memberi masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi perusahaan dan kekuatan posisi keungannya).
    2.    Pengungkapan
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. (memusatkan perhatian pada isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa.
    3.    Auditing
Proses dimana auditor melakukan pengujian terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

•       Sejarah dan Trend Kebijakan Sektor Keuangan Nasional

Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry bookkeeping ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh luca pacioli (th 1447). Luca pacioli lahir di italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di italia. Luca-lah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul: "Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita", di tahun 1494.

Luca memperkenalkan 3 catatan penting yang harus dilakukan :
•        Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
•        Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
•        Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).

Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.

•        Trend Kebijakan Sektor Keuangan Nasional
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2015 yang masih melambat ini terutama akibat melemahnya pertumbuhan investasi, konsumsi pemerintah, dan konsumsi rumah tangga. Dari sisi eksternal, ekspor tumbuh terbatas seiring dengan pemulihan ekonomi global yang belum kuat dan harga komoditas yang masih menurun. Di sisi lain, pertumbuhan impor terkontraksi lebih dalam sejalan dengan lemahnya permintaan domestik.
Perekonomian diperkirakan mulai meningkat pada triwulan III dan berlanjut pada triwulan IV 2015. Peningkatan tersebut didukung oleh akselerasi belanja pemerintah dengan realisasi proyek-proyek infrastruktur yang semakin meningkat.
Hal ini sejalan dengan berbagai upaya khusus yang dilakukan pemerintah untuk mendorong percepatan realisasi belanja modal, termasuk dengan menyiapkan perangkat aturan yang diperlukan. Sementara itu, konsumsi juga diperkirakan membaik, seiring dengan ekspektasi pendapatan yang meningkat dan penyelenggaraan Pilkada serentak pada triwulan IV 2015.
Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan sejak 9 September 2015, berupaya untuk menyentuh berbagai aspek. Tujuannya untuk menangkal perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh kondisi ekonomi global dan domestik dengan cara memperbaiki struktur ekonomi yang lebih kondusif bagi berkembangnya industri, kepastian berusaha di bidang perburuhan, kemudahan investasi, memangkas berbagai perizinan serta memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan kredit perbankan.
Berbagai upaya deregulasi yang tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi ini membuat kepercayaan pasar mulai membaik. Ini terlihat dari pergerakan nilai tukar yang semakin stabil, meminimalisasi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan iklim ekonomi (kegiatan berusaha) yang lebih kondusif.

•        Peran Akuntansi dalam Bidang Usaha dan Pasar Modal Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.
Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.    Proses pendaftaran
2.    Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing- masing ada persyaratan tambahan antara lain :
a.    Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan.
b.    Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP.
c.    Memberikan disclosure sesuai US GAAP.
d.   Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit.
Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah.
Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.
Di samping itu dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya.

Sumber :

www.belajarakuntansionline.com