Ayu Faradilla
21213538
1EB23
1.
Pengertian Perusahaan
Adalah suatu unit
kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor
produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta
melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan
masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan
dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan
jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
2.
Tempat dan Kedudukan Perusahaan
Pemilihan tempat dan
letak perusahaan, faktor penting untuk menjamin tercapainya:
- Tujuan perusahaan
- Efisiensi perusahaan
- Daerah pemasaran produk
- Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
Tempat Kedudukan Perusahaan
Adalah kantor pusat
perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan
lembaga lainnya.
Letak Perusahaan
Adalah tempat perusahaan
melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk
efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
Jenis-Jenis Letak Perusahaan
Dibedakan menjadi 4, yaitu :
- Terikat pada alam, Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
- Terikat sejarah, Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
- Ditetapkan oleh pemerintah, Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh
: Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
- Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.
3.
Perusahaan dan Lembaga Sosial
Perusahaan adalah suatu
unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat jadi
bukan untuk mencapai keuntungan maximal tapi juga mempunyai tujuan membuka
kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.
Tujuan
Pendirian Perusahaan
Di badakan menjadi 2,
yaitu :
- Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya
perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan
laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas,
pelanggan (inovatif).
- Tujuan sosial
Perusahaan memperhatikan
keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun
masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut
saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan
kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
System adalah suatu
kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun
tidak langsungdalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu
system karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara
langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang
dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan
masyarakat,maupun tanggung jawab social.
Kepada pemilik modal :
pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
Kepada lembaga peneliti
: membantu pendanaan.
Kepada pekerja : membayar
gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
Kepada konsumen :
menyediakan B&J yang bagus.
Kepada pemerintah :
membayar pajak.
Sifat Sistem Perusahaan
Ada beberapa sifat :
- Kompleks
- Sebagai suatu kesatuan / unit.
- Sifatnya beragam.
- Saling tergantung.
- Dinamis
Fungsi-fungsi Perusahaan
Ada 2 fungsi perusahaan
apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir,
terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
- Fungsi operasi
Pembelian dan produksi,
pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi,
administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum
dan uu, fungsi operasi penunjang.
- Fungsi manajemen
Perencanaan,
pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan
dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer,
terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
Ciri-ciri
Perusahaan
Mencerminkan kekhasan
yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Cirri umumnya :
- Operatif
Adanya aktivitas ekonomi
yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
- Koordinatif
Diperlukan koordinasi
semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
- Regular
Untuk mencapai kesinambungan
perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat
selalu bergerak maju.
- Dinamis
Lingkungan selalu
berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap
perubahan.
- Formal
Tunduk kepada peraturan
yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
- Lokasi
Perusahaan didirikan
pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
- Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan
tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis
jelas.
4.
Lingkungan Perusahaan
Keseluruhan dari
faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun
kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
1. Lingkungan
Eksternal
Lingkungan eksternal
perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal
perusahaan dapat dibedakan menjadi :
A) Lingkungan
eksternal makro
Adalah lingkungan
eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh
:
- Keadaan alam : SDA, lingkungan.
- Politik dan hankam : kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada : menciptakan.
- Hukum
- Perekonomian
- Pendidikan dan kebudayaan
- Social dan budaya
- Kependudukan
- Hubungan internasional.
B)
Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan
eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
- Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
- Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
- Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
- Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2.
Lingkungan Internal
Adalah faktor-faktor
yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
- Tenaga kerja
- Peralatan dan mesin
- Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
- Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
- System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Pengaruh
Lingkungan Terhadap Perusahaan
Pengertian Lingkungan
Perusahaan
Lingkungan perusahaan
dapat diartikan sebagai keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang
mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk
aspek-aspek ekonomi, politik, social, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan
sebagainya.
Perusahan dalam
Masyarakat yang Pluralistik
Maasyarakat pluralistic
adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan
perusahaan. Dalam masyarakat pluralistic, terdapat banyak pusat kekuatan
masing-masing mempunyai sifat mandiri. Dalam hal ini, pluralisme mencerminkan
usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai
organisasi.
Kesan Negatif Tentang
Perusahaan
Dari pemberitaan pers
yang dapat kita ikuti, banyak masalah yang menciptakan kesan negative tentang
perusahaan antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang,
penyogokan kepada pejabat pemerintah, periklanan yang menipu, kebocoran pabrik
yang berbahaya, pembayaran-pembayaran yang tidak legal, dan sebagainya.
Usaha-usaha untuk
Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki adanya
kesan-kesan negative dan masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan
harus tidak menciptakan masalah-masalah yang negative serta perlu melaksanakan
kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.
5.
PENDEKATAN DALAM MELIHAT BISNIS DAN LINGKUNGAN
Kesempatan
bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar
bisnis dengan lingkungan sangat erat. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan
kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara
tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnya lah yang merupakan hal
yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan
merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut
sering disebut dengan berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”.
Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu
keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih
langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan
tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan
masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat
diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan
kebutuhan konsumen yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market”
atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya
dan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
Pada
saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi
dalam hal ini yang merupakan faktor sentral adalah masyarakat atau konsumen
sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan
secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut
“Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.

No comments:
Post a Comment