·
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran merupakan pemiikiran, logika, pemahaman. Penalaran adalah proses
berpikir yang dapat menghasilkan pengertian atau kesimpulan. Penalaran
berlawanan dengan panca indera karena, nalar didapat dengan cara berpikir
sehingga dapat mengetahui suatu kebenaran.
Induktif merupakan hal yang dari khusus ke umum.Sehingga dapat dikatakan
berpikir induktif adalah pola berpikir melalui hal-hal yang dari khusus lalu
dihubungkan ke hal-hal yang umum.
Penalaran Induktif adalah Proses yang berpangkal dari
peristiwa yang khusus yang dihasilkan berdasarkan hasil pengamatan empirik dan
mengjasilkan suatu kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat umum.
·
Kegunaan
dari Penalaran
-
Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara
rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
-
Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
-
Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan
mandiri.
-
Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan
asas-asas sistematis
-
Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan
berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
-
Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
-
Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )
-
Apabila sudah mampu berpikir rasional, kritis, lurus, metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan
meningkatkan citra diri seseorang.
Contoh penalaran induktif :
kucing berdaun telinga
berkembang biak dengan melahirkan. kelinci berdaun telinga berkembang biak
dengan melahirkan. Panda berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan : semua hewan
yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
·
Bentuk Penalaran Induktif :
Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar
terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses
morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Analogi dilakukan karena
antara sesuatu yang diabandingkan dengan pembandingnya memiliki kesamaan fungsi
atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak
atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna. Analogi yang dimaksud adalah
anlogi induktif atau analogi logis.
·
Tujuan
dari analogi diantaranya:
-
untuk
meramalkan kesamaan
Contoh :
i.
Kuda Sumba punya sebuah jantung
ii.
Kuda Australia punya sebuah jantung
iii.
Kuda Amerika punya sebuah jantung
iv.
Kuda Inggris punya sebuah jantung
v.
…
vi.
Setiap kuda punya sebuah jantung
-
untuk
mengklasifikasikan
Contoh :
1.
Kucing adalah hewan mamalia yang mempunyai rambut ditubuhnya.
2.
Anjing adalah hewan mamalia yang mempunyai rambut ditubuhnya.
3.
Hewan mamalia yang mempunyai rambut ditubuhnya adalah kucing dan anjing.
- untuk mengungkapkan suatu kekeliruan.
- untuk mengungkapkan suatu kekeliruan.
Contoh analogi :
Untuk menjadi seorang pemain bola yang professional atau berprestasi
dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Begitu juga dengan seorang doktor untuk
dapat menjadi doktor yang professional dibutuhkan pembelajaran atau penelitian
yang rajin yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemain
bola maupun seorang doktor diperlukan latihan atau pembelajaran.
1.
Analogi induktif :
Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada
pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena
pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu
metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat
diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang
khusus yang diperbandingkan.
Contoh analogi induktif :
Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari.
Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.
2.
Analogi deklaratif :
Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan
sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara
ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima
apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
contoh analogi deklaratif :
deklaratif untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas
antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk
mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.
Ayu Faradilla
21213538
3EB25
Softskill Bahasa Indonesia 2# : Materi 3

No comments:
Post a Comment