Akuntansi
Internasional
•
Akuntansi Internasional Berbeda dengan Akuntansi
Lainnya
Tidaklah berbeda dengan peranan akuntansi yang
dimaksudkan, hal yang membuat berbeda adalah bahwa entitas yang dilaporkan
adalah perusahaan multinasional (MNC/Multinational Company) dengan operasi dan
transaksi yang melintas batas-batas negara, atau suatu entitas dengan kewajiban
pelaporan kepada para pengguna yang
beralokasi di negara selain negara entitas pelaporan.
Jumlah
akuntansi dapat berbeda secara signifikan sesuai dengan prinsip-prinsip
yang mengaturnya. Perbedaan dalam budaya,praktik bisnis, politik, dan
perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal,
risiko bisnis, dan hukum pajak seluruhnya memengaruhi bagaimana MNC melakukan
kegiatan operasi dan pelaporan laporan keuangannya di seluruh dunia.
Jadi, perbedaan akuntansi internasional terletak pada :
1.
Pelaporan untuk Perusahaan Multinasional
2.
Batas Negara
3.
Pelaporan untuk pihak lain di Negara berbeda
4.
Perpajakan Internasional
5.
Transaksi Internasional
Pada pengertiannya, akuntansi internasional merupakan
akuntansi sebagai transaksi internasional, perbandingan prinsip-prinsip
akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang
kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya di seluruh dunia.
Definisi akuntansi internasional menurut (Iqbal,
Malcher, dan Elmallah, 1997:18), yaitu akuntansi untuk transaksi antar negara,
perbandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara yang berlainan.
Menurut (Weirich et.al (Belkaoui,1985) mencangkup
semua perbedaan prinsip, metode dan standar akuntansi semua negara. Termasuk
didalamnya prinsip akuntansi (GAAP) yang ditetapkan di tiap negara, sehingga akuntansi
menguasai semua prinsip di semua negara
jika mempelajari akuntansi internasional.
Menurut (Belkaoui,1985) beberapa determinan yang
mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi adalah
:
1. Relativisme
budaya
2. Relativisme
bahasa
3. Relativisme
politik dan sipil
4. Relativisme
ekonomi dan penduduk
5. Relativisme
hukum dan pajak
Selain itu didalam akuntansi internasional
memilki karakteristirk-karekateristik dan faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, antara lain adalah dengan sebagai berikut:
Karakteristik-karakteristik akuntansi internasional
1.
Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global
sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau
perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
3.
Ketergantungan pada perdagangan internasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi akuntansi
internasional
1. Sumber Pendanaan
Di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas
seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang
untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.
Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan,
akuntansi memiliki fokus atas perlindungan
kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2.
Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam negara-negara
hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan
prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan
cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus
per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang
lengkap.
3.
Perpajakan
Di kebanyakan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan
standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka
untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan
pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip
akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi
menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi
kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan terhadap
akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha
yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling
utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan
menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai
resiko efek derivative tidak akan
informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede:
individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.
Akuntansi mencangkup beberapa proses yang luas :
1.
Pengukuran
Proses
pengidentifiasi, pengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau
transaksi. (memberi masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi perusahaan
dan kekuatan posisi keungannya).
2.
Pengungkapan
Proses dimana
pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan.
(memusatkan perhatian pada isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan
cara apa, dan kepada siapa.
3.
Auditing
Proses dimana
auditor melakukan pengujian terhadap keandalan proses pengukuran dan
komunikasi.
•
Sejarah dan Trend Kebijakan Sektor Keuangan Nasional
Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan
berpasangan (double entry bookkeeping)
di italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan dianggap awal
penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry bookkeeping ditemukan dan digunakan didalam kegiatan
bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double
entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh luca pacioli (th 1447). Luca
pacioli lahir di italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli
matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di italia.
Luca-lah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul:
"Summa the arithmetica geometria
proportioni et proportionalita", di tahun 1494.
Luca memperkenalkan 3 catatan penting yang
harus dilakukan :
•
Buku Memorandum,
adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
•
Jurnal, dimana
transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian
dicatat dalam jurnal.
•
Buku Besar,
adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre
of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai
Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi
akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an.
Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah
persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain
ke Indonesia.
Paruh Pertama abad 20, seiring
tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul
bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik
tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia
Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar
dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan
profesional.
•
Trend Kebijakan Sektor
Keuangan Nasional
Pertumbuhan ekonomi pada
triwulan II 2015 yang masih melambat ini terutama akibat melemahnya pertumbuhan
investasi, konsumsi pemerintah, dan konsumsi rumah tangga. Dari sisi eksternal,
ekspor tumbuh terbatas seiring dengan pemulihan ekonomi global yang belum kuat
dan harga komoditas yang masih menurun. Di sisi lain, pertumbuhan impor
terkontraksi lebih dalam sejalan dengan lemahnya permintaan domestik.
Perekonomian diperkirakan
mulai meningkat pada triwulan III dan berlanjut pada triwulan IV 2015.
Peningkatan tersebut didukung oleh akselerasi belanja pemerintah dengan
realisasi proyek-proyek infrastruktur yang semakin meningkat.
Hal ini sejalan dengan berbagai upaya khusus
yang dilakukan pemerintah untuk mendorong percepatan realisasi belanja modal,
termasuk dengan menyiapkan perangkat aturan yang diperlukan. Sementara itu,
konsumsi juga diperkirakan membaik, seiring dengan ekspektasi pendapatan yang
meningkat dan penyelenggaraan Pilkada serentak pada triwulan IV 2015.
Paket Kebijakan Ekonomi yang
dikeluarkan sejak 9 September 2015, berupaya untuk menyentuh berbagai aspek. Tujuannya
untuk menangkal perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh kondisi ekonomi global
dan domestik dengan cara memperbaiki struktur ekonomi yang lebih kondusif bagi
berkembangnya industri, kepastian berusaha di bidang perburuhan, kemudahan
investasi, memangkas berbagai perizinan serta memperluas akses masyarakat untuk
mendapatkan kredit perbankan.
Berbagai upaya deregulasi yang
tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi ini membuat kepercayaan pasar mulai
membaik. Ini terlihat dari pergerakan nilai tukar yang semakin stabil,
meminimalisasi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan iklim ekonomi (kegiatan
berusaha) yang lebih kondusif.
•
Peran Akuntansi
dalam Bidang Usaha dan Pasar Modal Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin
pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan
acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak
dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar
perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu
yang baru.
Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu
melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Proses pendaftaran
2. Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan
US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing- masing ada persyaratan
tambahan antara lain :
a.
Mengisi Form 20-7 untuk
laporan tahunan.
b.
Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity
agar sesuai dengan US GAAP.
c.
Memberikan disclosure sesuai
US GAAP.
d.
Menyerahkan laporan kuartal
yang tidak perlu di audit.
Sebagaimana diketahui pengawas
pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya
investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional
Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti
kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat
perlindungan pemerintah.
Dalam transaksi pasar modal
global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini
dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus
menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak
memerlukan banyak disclosure
(pengungkapan) laporan keuangan.
Di samping itu dikenal ADR
atau American Depository Receipts.
Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik
Amerika sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya.
Sumber :
www.belajarakuntansionline.com

No comments:
Post a Comment