Tuesday, 29 December 2015

Format Makalah Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”
Eko Susilo, M. 1995:11

Bentuk Karya Ilmiah   :

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

        1.      Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

        2.      Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

        3.      Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Format Makalah Ilmiah
Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Uraian di bawah ini membahas format penulisan karya ilmiah berupa skripsi pada Program S-1 Pemerintahan Integratif. Namun beberapa poin penting dalam format penulisan dimaksud bisa dipakai sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah selain skripsi, seperti paper/makalah, artikel dalam jurnal ilmiah, dan lain sebagainya.

      1.      Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut:

    -          Ukuran kertas: A4 (21 x 29,7 cm).
    -          Jenis kertas: HVS 80 gram.
    -          Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah ditentukan) dengan lambang Universitas Mulawarman sebagai pembatas.

      2.      Pengetikan
Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut:

                       i.            Menggunakan software pengolah kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, Excel, dan lain-lain.

                     ii.            Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk: Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat Lampiran).

                    iii.            Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.


                     iv.            Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.


                       v.            Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkhinya tidak setingkat), dan sejenisnya. Judul sub sub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau bold-italic).

                      vi.            Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring biasa Batas tepi (margin):

-          Tepi atas : 4 cm
-          Tepi bawah : 3 cm
-          Tepi kiri : 4 cm
-          Tepi kanan : 3 cm
              

Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka. Spasi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.

          3.      Bagian awal
dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalahhalaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak,riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambardan daftar lampiran.
Spasi yang digunakan adalah:
1)        Pernyataan ditulis dengan spasi tunggal (lihat Lampiran).
2)        Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda.
3)        Abstrak, antara 150-250 kata (dalam satu halaman) ditulis dengan menggunakan spasi tunggal (lihat Lampiran).
4)        Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran disusun dengan menggunakan spasi tunggal (lihat Lampiran).
5)        Lainnya, lihat Lampiran.

          4.      Bagian isi
karya ilmiah meliputi Bab I sampai BAB V, disusundengan menggunakan spasi ganda.

          5.      Bagian akhir 
karya ilmiah terdiri dari Daftar Pustaka, yang daftarreferensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antarreferensi dengan spasi ganda), dan Lampiran yang ditulis denganspasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.


          6.       Judul karya ilmiah, bab, sub bab
Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf besar/kapital,dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum sepertiPT., CV.), posisinya di tengah halaman, dan tanpa diakhiri tandatitik. Perkecualiannya adalah judul pada halaman PersetujuanSeminar dan Pengesahan Skripsi (dengan huruf biasa, dicetak tebal).

7.      Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelahkiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Hurufpertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case)kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judulsub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).


8.   Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2, 3 dan seterusnya.Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case)kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik.




Ayu Faradilla
21213538
3EB25
Tugas Softskill "bab 11"
Bahasa Indonesia 2#

Konsep Menulis Laporan Ilmiah

-                            Pengertian Laporan
   
Laporan ilmiah merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengguanakan gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jenis sasaran peneliti yaitu sesame kolega ilmuan,kepada para pembuat keputusan, ataupun kepada masyarakat umum,serta berfungsi sebagai alat komunikasi antara peneliti dengan pembaca.

Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :

                      i.            Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
                     ii.            Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas. 
                   iii.            Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
                   iv.            Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
                     v.            Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
   
         -          Jenis-jenis Laporan Ilmiah

Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :
Laporan Lengkap (Monograf)

         1.      Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
         2.      Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
         3.      Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
         4.      Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
         5.      Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

Artikel Ilmiah

         1.      Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
         2.      Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
         3.      Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

Laporan Ringkas

Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

Fungsi Laporan Ilmiah

                       i.            Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
                     ii.            Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
                   iii.            Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.

     
Macam-macam laporan

     a.       Laporan berbentuk formulir isian
Laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.

     b.      Laporan berbentuk surat
Laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.

     c.       Laporan berbentuk memorandum
Laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.

     d.      Laporan perkembangan dan keadaan
Laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.

     e.       Laporan berkela
Laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan 
keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.

     f.       Laporan laboratoris/hasil penelitian
Laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.

g.   Laporan formal/semi formal
Laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal. 

Ciri - Ciri Laporan yang baik

Laporan yang baik mendukung beberapa hal antara lain:
a.       Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku). 
b.      Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
c.       Laporan disertakan dengan identifikasi masalah.
d.      Data yang lengkap sebagai pendukung laporan.
e.       Adanya kesimpulan dan saranLaporan dibuat menarik dan juga interaktif.


Syarat Laporan Ilmiah

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

                      i.            Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
                    ii.            Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
                   iii.            Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
                   iv.            Tulisan disusun dengan metode tertentu
                     v.            Tulisan disusun menurut sistem tertentu
                   vi.            Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.





Referensi :




ayu faradilla
21213538
3EB25
Tugas softskill "bab 9"
bahasa indonesia 2#