Saturday, 22 April 2017

2.1 AKUNTANSI DI EROPA


AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA     : Ayu Faradilla
NPM        : 21213538
KELAS    : 4EB25

AKUNTANSI KOMPERATIF DI EROPA

Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Namun banyak praktikan yang bisa saja menyimpang dari standar karena :
     1.      Hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
     2.      Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi dari pada yang diharuskan.
    3.  Beberapa Negara mengizinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika hal tersebut menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.

Negara hukum umum: untuk penyusutan standar sector swasta cukup berpengaruh dalam kewajaran penyajian, audit cenderung lebih disesuaikan sendiri dalam negara-negara kewajaran penyajian dan menggunakan lebih banyak penilaian ketika tujuan auditnya adalah untuk membuktikan pada kewajaran penyajian dari laporan keuangan.
Negara kodifikasi hukum: sektor publik relative lebih berpengaruh dalam penyusunan standar, tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan atas laporan keuangan perusahaan sesuai dengan persyaratan hukum.

IFRS dalam Uni Eropa 
Kecenderungan dalam laporan keuangan menghadap kearah kewajaran penyajian setidaknya bagi laporan keuangan gabungan, kecenderungan ini sangat benar dalam Uni Eropa. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk megikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka yang dimulai pada tahun 2005.

Laporan Keuangan 
Laporan keuangan IFRS  terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup :
  1. Kebijakan akuntansi yang diikuti.
  2. Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menarapkan kebijakan akuntansi yang penting.
  3. Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
Patokan Akuntasi
  1. Goodwill yang negatif harus segera diakui dalam pendapatan.
  2. Entitas-entitas yang dikontrol bersama bisa dibukukan, baik untuk gabungan yang proposional atau metode ekuitas.
  3. Penanaman modal dalam perusahaan gabungan dibukukan dalam metode ekuitas.
  4. Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional.
Sistem Akuntansi Keuangan Lima Negara
  1. PERANCIS
Perancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Menteri ekonomi nasional menyetujui Plan Compatible General yang pertama pada September 1947, revisis 1 tahun 1957, revisi 2 tahun 1982. Pada tahun 1986 diperluas untuk diimplementasikan dan pada tahun 1999 revisi kembali. Isi dari Plan Compatible General yaitu :
a.    Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan.
b.    Definisi asset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran.
c.    Aturan-aturan valuasi dan pengakuan.
d.   Daftar akun, persyaratan penggunaannya & persyaratan tata buku lainnya distandarisasi.
e.    Contoh laporan keuangan dan peraturan presentasinya.

Ciri khusus akuntansi di prancis adalah terdapatnya dikotomi (pemisahan) antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Meskipun akun-akun perusahaan secara tersendiri harus memenuhi ketentuan pelaporan wajib, hukum memperbolehkan perusahaan perancis untuk mengikuti standar polaporan keuangan internasional.

Regulasi dan pelaksanaan akuntansi
Lima organisasi utama yang terlibat dalam proses penetapan  standar di perancis adalah :
  1. Counseil National de la Compatible atau CNC (Badan Akuntansi Nasional).
  2. Comite de la Reglementation Compatable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi).
  3. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan).
  4. Order des Express-Comptable atau OEC (Institut Akuntansi Publik).
  5. Compagnic Nationale des Commisaires aux Comtes atau CNCC (Institut Nasional Undang-undang Auditor).
Di perancis profesi akuntansi dan auditing sejak dahulu telah terpisah. Akuntan dan auditor  perancis diwakili oleh kedua lembaga, yaitu OEC dan CNCC, meski terdapat sejumlah orang yang menjadi anggota keduanya. Sesungguhnya, 80%  akuntan dengan kualifikasi di perancis memiliki kedua klasifikasi tersebut, dua lembaga profesional memiliki hubungan dekat dan bekerja sama untuk kepentingan bersama. Kedua terlibat dalam pengembangan standar akuntansi melalui CNC dan CRC dan keduanya mewakili perancis di IASB.

Laporan Keuangan
Perusahaan perancis harus melaporkan berikut ini :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan
  4. Laporan direktur
  5. Laporan auditor
Laporan keuangan seluruh perusahaan perseroaan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya yang melebihi ukuran tertentu harus diaudit. Perusahaan besar juga harus menyiapkan dokumen yang terkait dengan pencegahan kepailitan perusahaan dan laporan sosial, yang keduanya hanya terdapat di Perancis.
Undang-undang Perancis juga berisi ketentuan yang ditujukan untuk mencegah kebangkrutan (atau mengurangi akibatnya). Pemikirannya adalah bahwa perusahaan yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah keuangan internal mereka dan mempersiapkan proyeksi yang aman bisa menghindari masalah keuangan dengan lebih baik.

Pengukuran Akuntansi
Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividen dan menghitung pendapatan kena pajak. Aset-aset berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan. Walaupun revaluasi diperbolehkan, tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktiknya. Perusahaan perancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda yaitu perusahaan secara tersendiri harus mematuhi paraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar.

  1. JERMAN
Dalam suatu peristiwa yang besar, Hukum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan jerman dengan mengarah pada ide-ide inggris-Amerika Serikat. Dengan menganut corporation law, standar akuntan tergantung pada undang-undang dan dirancang untuk menghitung jumlah laba yang sangat hati-hati sehingga membuat kreditor tidak mengalami kerugian sedikitpun setelah pembagian laba dilakukan untuk para pemilik. Pada awal tahun 1970-an, Uni Eropa mulai mengeluarkan perintah penyelarasannya, di mana negara-negara anggotanya diwajibkan untuk menggabungkan diri dengan undang-undang nasionalnya.

Regulasi dan pelaksanaan akuntansi
Sebelum tahun 1998 Jerman tidak memiliki fungsi penyusunan standar akuntansi keuangan, sebagaimana yang dipahami oleh negara-negara yang berbahasa Inggris. Undang-undang tentang Pengendalian dan Transparansi tahun 1998 memperkenalkan keharusan bagi Kementrian Kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan berikut:
  1. Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan konsolidasi.
  2. Memberikan nasehat kepada Kementrian Kehakiman atas legislasi akuntansi yang baru.
  3. Mewakili jerman atas organisasi akuntansi Internasional, seperti IASB.
Komite Standar Akuntansi Jerman (GASC) atau Deutsches Rechnungslegungs Standard Committee (DRSC) didirikan tidak lama saat itu dan langsung diakui oleh kementrian kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standard di jerman. GASC membawai Badan Standar Akuntansi Jerman (GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengluarkan standar akuntansi.
Penting untuk dingat bahwa standar GASC adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi. Sejak berdirinya, GASB telah mengeluarkan Standar Akuntansi (GAS) untuk p-ermasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak tangguhan dan translasi mata uang asing.

Pelaporan Keuangan
Ada 3 kelompok ukuran kecil - menengah besar yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca, jumlah penjualan per tahun dan jumlah karyawan. Undang-undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :
  1. Neraca
  2. Laporan Keuangan
  3. Catatan atas Laporan Keuangan
  4. Laporan Manajemen
  5. Laporan Auditor
Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit, perusahaan kecil dan menengah diperbolehkan untuk menyusun neraca dan laporan laba rugi secara singkat, dan juga memiliki persyaratan yang lebih sedikit untuk catatan. Laporan arus kas dan perubahan ekuitas pemilik diharuskan untuk membuat laporan keuangan, tapi tidak untuk laporan perusahaan pribadi. Keistimewaan dari sistem laporan keuangan Jerman adalah adanya laporan pribadi dari auditor kepada dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan.

Pengukuran Akuntansi
Dua bentuk metode pembelian yang diizinkan adalah metode nilai Buku dan metode revaluasi. Aktiva dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisah merupakan goodwill. Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonominya. Hukum tersebut menyebutkan periode 4 tahun sebagai periode amortisasi regular, akan tetapi periode hingga 20 tahun masih dapat dierima. Metode ekuitas harus dapat digunakan untuk perusahaan yang tidak konsolidasi dengan kepemilikan sebesar 20 % atau lebih.

  1. REPUBLIK CEKO
Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansi mencerminkan praktik dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahsa Jerman hingga akhir Perang Dunia II.

Regulasi dan pelaksanaan akuntansi
Pada tahun 1989, ceko bergerak cepat menuju ekonomi berorientasi pasar. Sejak 1946, menggunakan sistem sosialis di bawah Uni sovyet. Tetapi mulai 1989 negara ini beranjak menggunakan standar barat, dan mengadakan penswastaan dua periode. Penswastaan ini gagal dan perekonomian tetap di tangan pemerintah, penswastaan terakhir terjadi pada tahun 2005,dan pada tahun 2004 Cheko bergabung dengan Uni Eropa. Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang akuntansi, dan Keputusan Kementrian Keuangan. Tahun 1988 undang-undang auditor disahkan, audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang besar.

Laporan Keuangan 
Undang-undang menetapkan isi dan format laporan keuangan mencangkup hal berikut :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan
Laporan keuangan disetujui dalam rapat tahunan pemegang saham. Perusahaan yang sahamnya tercatat juga diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan per kuartal. Perusahaan-perusahaan di Ceko juga memiliki opsi untuk menggunakan IAS/ IFRS atau standar akuntansi Ceko pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Namun demikian, perusahaan yang tercatat dalam pasar utama bursa efek praha diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan IAS/ IFRS.

Pengukuran Akuntansi
1. Penggabungan usaha diolakukakan dengan metode akuisisi (pembelian). Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi maksimal 15 th.
2.   Persediaaan dinilai dengan LOCOM. Penilaian persediaan yang diperbolehkan adalah FIFO dan rata-rata tertimbang.
3.        Pencatatan investasi dengan metode ekuitas.
4.        Penilaian asset dengan biaya historis, penyusutan berdasarkan manfaat ekonomi.
5.        Akuntansi kemungkinan kerugian diakrualkan.
6.        Leases tidak dikapitalisasi.
7.        Pajak yang ditangguhkan diakrualkan.
8.        Ada cadangan untuk perataaan penghasilan.

  1. BELANDA
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktiknya professiona yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar dan dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktifitas yang terpisah dan penyokong awal dari standar internasioanl untuk akuntansi laporan keuangan, dan laporan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktiknya yang bisa diterima.

Regulasi dan pelaksanaan akuntansi
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan Tahunan diberlakukan. Undang-undang tersebut merupakan bagian dari program besar perubahan dalam bidang hukum perusahaan dan diperkenalkan sebagian untuk mencerminkan harmonisasi hukum perusahaan di dalam UE yang akan terjadi. Di antara provisi utama Undang-undang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
a.  Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu tahun, dan seluruh pos di dalamnya harus dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai.
b. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik (yaitu prinsip akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha).
c.    Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan.
d.   Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya.
e.   Informasi keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.

Laporan Keuangan
Kualitas pelaporan keuangan belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa belanda, namun dalam bahasa inggris, perancis, dan jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus meliputi hal-hal berikut :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. catatan
  4. Laporan direktur
  5. Informasi lain yang sudah ditentukan
Laporan arus kas tidak diwajibkan, tetapi direkomendasikan oleh sebuah tuntunan dewan dan kebanyakan perusahaan Belanda membuatnya. Catatan laporan keuangan harus menjelaskan prinsip akuntansi yang digunakan dalam penilaian dan penetapan hasil dan alasan-alasan dibalik setiap perubahan akuntansi yang dilakukan. Laporan direksi mengevaluasi posisi keuangan pada tanggal neraca dan kinerja selama tahun keuangan. Selain itu juga memberikan informasi mengenai kinerja yang diharapkan selama tahun keuangan yang baru dan komentar atas setiap peristiwa setelah tanggal neraca yang signifikan. “Informasi lain yang direkomendasikan” harus mencakup laporan auditor dan penyisihan laba untuk tahun berjalan.

Pengukuran Akuntansi
Metode pembelian merupakan praktik yang umum, Goodwill merupakan selisih antara biaya akuisisi dan nilai wajar dari asset dan utang yang diakuisisi. Harga perolehan persediaan dicatat pada nilai rendah. Asset tidak berwujud memiliki batas usia, tidak melebihi 20 tahun. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat dilihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal ini antara lain:
a.         Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum diasuransikan.
b.        Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya.
c.         Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan.

  1. INGGRIS
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha, inggris merupkan Negara pertama didunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi.

Regulasi dan pelaksanaan akuntansi
Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur oleh aktva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang perusahaan disesuaikan, diperluas, dan dikonsolidasikan sepanjang tahun. Undang-undang tahun 1981 menetapkan lima prinsip akuntansi dasar yaitu :
  1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual.
  2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.
  3. Prinsip konversatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui.
  4. Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
  5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
Berikut enam (6) badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
  1. Institut Akuntan berijin resmi di Inggris dan di Wales (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales - ICAEW)
  2. Institut Akuntan berijin resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland - ICAI)
  3. Institut Akuntan berijin resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland - ICAS)
  4. Asosiasi Akuntansi berijin resmi dan bersertifikat (The Association of Chartered Certified Accountants - ACCA)
  5. Institut Akuntan Manajemen berijin resmi (The Chartered Institute of Manajement Accountans - CIMA)
  6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik berijin resmi (The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy - CIPFA)

Laporan Keuangan
Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komperhensif di dunia, laporan keuangan umumnya meliputi : Laporan direksi, Laporan laba rugi, neraca, Laporan arus kas, Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, Laporan kebijakan akuntansi, Catatan atas referensi dalam laporan keuangan dan Laporan auditor.

Pengukuran Akuntansi
a)      Metode akuisisi dan merger (pooling of interest) diperbolehkan dalam penggabungan usaha.
b)      Asset dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya.
c)      Leases dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang.
d)    Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atau average. Metode LIFO dilarang di Inggris.
e)   Mulai Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti UK GAAP.


Sumber :