Monday, 12 June 2017

Tugas 3.4 Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan (GCG) + 3 Jurnal Penelitian


Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan (corporate governance) adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.
Tata kelola perusahaan adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntut perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkungan.
Perhatian terhadap praktik tata kelola perusahaan di perusahaan modern telah meningkat akhir-akhir ini, terutama sejak keruntuhan perusahaan-perusahaan besar AS seperti Enron Corporation dan Worldcom. Di Indonesia, perhatian pemerintah terhadap masalah ini diwujudkan dengan didirikannya Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada akhir tahun 2004.

Dallas memberikan sebuah rancangan kerja untuk memahami dan menilai pengelolaan perusahaan di sebuah Negara adalah sebagai berikut :
1.   Infrastruktur pasar, mencangkup pola kepemilikan, keleluasaan dimana perusahaan terdaftar di masyarakat, hak kepemilikan, dan pasar untuk pengendalian perusahaan
2. Lingkungan hukum, meliputi system hukum dan hak pemegang saham dengan jelas diterangkan dan dengan konsisten dan dikuatkan secara efektif.
3. Lingkungan peraturan, hamper mendekati dengan lingkungan hukum. Agen pengaturan bertanggung jawab atas pengaturan pasar supaya sesuai dengan hukum yang ada. Mereka memastikan aturan dan efisiensi pasar dan memperkuat ketentuan pengungkapan publik.
4. Infrastruktur informasi, bersinggungan dengan standar akuntansi yang digunakan dan apakah hasil laporan keuangan akurat, lengkap, dan tepat waktu. Ini juga mencangkup struktur profesi auditing dan standar professional untuk praktik audit dan kemandirian.

JURNAL PENELITIAN

·         JURNAL I
Nama Jurnal
Jurnal Manajemen & Bisnis
Volume / Halaman
Volume 19, Nomor 1
Nama Penulis
Andri Veno
Judul Jurnal
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur go Public (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI 2011 Sampai 2013)
Tanggal Jurnal
Juni 2015
Tujuan Penelitian
mengetahui bukti empiris penentu good corporate governance dan Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan go public yang terdaftar di bursa efek indonesia Tahun 2011 sampai dengan 2013.
Variabel Penelitian
Variabel Dependen yaitu Good Corporate Governance.
Variabel Independen yaitu Dewan Direksi (X1), Komisaris Independen (X2), Total Dewan Komisaris (X3), dan
Komite Audit (X4) Semua variabel tersebut diperoleh dengan Laporan keuangan yang dipublikasi di ICMD.
Kesimpulan Penilitian
1.  Jumlah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2013 sebanyak 48 perusahaan. penelitian dengan tahun pengamatan selama 3 tahun.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu hubungan yang berpengaruh signifikan terhadap nilai Return on Equity (ROE). Pertama, Good Corporate Governance yang diproksikan oleh Dewan Direksi menunjukkan hasil berpengaruh signifikan (β=0,027; thitung = 3,514 ; 0,001 < 0,05), dimana semakin tinggi Dewan Direksi prosen perusahaan go poblic dari 48 perusahaan yang menjadi sampel cenderung meningkatkan nilai Return on Equity (ROE) perusahaan (maka H1 dalam penelitian ini terbukti bahwa Dewan Direksi berpengaruh signifikan positif terhadap Return on Equity (ROE)). Kedua, Good Corporate Governance yang diproksikan oleh Dewan Komisaris Independen menunjukkan hasil Tidak mempunyai pengaruh yang signifikan (β=-0,018; thitung = -0,715 ; 0.479 > 0,05), dimana semakin tinggi Dewan Komisaris Independen prosen perusahaan go poblic dari 48 perusahaan yang menjadi sampel cenderung Menurunkan Return on Equity (ROE) perusahaan (maka H2 dalam penelitian ini tidak terbukti bahwa Dewan Komisaris berpengaruh signifikan Positif terhadap Return on Equity (ROE)) Ketiga, Good Corporate Governance yang diproksikan oleh Total Dewan Komisaris menunjukkan hasil Tidak mempunyai pengaruh yang signifikan (β =-0,005; thitung = 2,611; -0,644 > 0,05), dimana semakin tinggi Dewan Komisaris Independen prosen perusahaan go poblic dari 48 perusahaan yang menjadi sampel cenderung Menurunkan Return on Equity (ROE) perusahaan (maka H3 dalam penelitian ini tidak terbukti bahwa Dewan Komisaris berpengaruh significan terhadap Return on Equity (ROE)) Keempat, Good Corporate Governance yang diproksikan oleh Dewan Direksi menunjukkan hasil berpengaruh signifikan (β =0,045; thitung = 3,514 ; 0,012 < 0,05), dimana semakin tinggi Dewan Direksi prosen perusahaan go poblic dari 48 perusahaan yang menjadi sampel cenderung meningkatkan nilai Return on Equity (ROE) perusahaan (maka H4 dalam penelitian ini terbukti bahwa Deviden Per Share berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE)).
3. Berdasarkan hasil analisis determinasi diperoleh hasil nilai koefisien determinasi R2 (R Square) sebesar 0,404 atau 40,4 % . Dengan kata lain pengaruh Direksi, Kom_Indep, Tot_Kom dan Kom_audit berpengaruh terhadap. secara bersama-sama terhadap Return on Equity (ROE) adalah sebesar 40,4 % sedangkan sisahnya 59,6 % ditentukan oleh faktor-faktor lainnya, diluar Direksi, Kom_Indep, Tot_Kom dan Kom_audit terhadap Return on Equity (ROE). Dan berdasarkan hasil uji Silmultan (uji f) di peroleh hasil nilai fhitung sebesar 7,280. Pada taraf signifikansi 5% (0,000< 0,05) diperoleh Ftabel = 1,64. Nilai fhitung > ftabel (17,280 > 7,280), maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa Direksi, Kom_Indep, Tot_Kom dan Kom_audit berpengaruh terhadap. secara bersama-sama terhadap Return on Equity (ROE)

·         JURNAL II
Nama Jurnal
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Volume / Halaman
Volume 32 Nomor 1
Nama Penulis
Jayanti Ike Febriani
Mochammad Al Musadieq
Tri Wulida Afrianty
Judul Jurnal
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja (Studi Pada Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Tuban)
Tanggal Jurnal
Maret 2016
Tujuan Penelitian
menjelaskan pengaruh Good Corporate Governance yang terdiri dari variabel fairness, transparancy, accountability dan responsibility terhadap Kinerja.
Kesimpulan Penilitian
1. Berdasarkan perhitungan analisis statistik deskriptif diketahui bahwa rata-rata dari masing-masing perhitungan variabel Fairness (X1), Transparancy (X2), Accountability (X3), Responsibility (X4) dan Kinerja Karyawan (Y) mayoritas responden cenderung menyatakan setuju akan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini ditunjukan dengan hasil grand mean keseluruhan variabel GCG yang dihitung pada analisis deskriptif berada pada interval > 3,4 – 4,2 yaitu 4,2 yang berarti menyatakan positif (kuat) atau tinggi, yang berarti PT Pos Indonesia (Persero) Tuban dalam pelaksanaan prinsip-prinsip pada Good Corporate Governance yaitu berupa prinsip fairness, transparancy, accountability dan responsibilty baik dan tepat penerapanya.
2. Prinsip Fairness (X1), Transparancy (X2), Accountability (X3), dan Responsibility (X4) secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) di PT Pos Indonesia (Persero) Tuban. Hal ini ditunjukan melalui uji F dengan hasil Fhitung > Ftabel dan signifikansi 0,00 < 0,05 sehingga H1 didukung dan H0 tidak didukung.
3.    Prinsip fairness (X1) memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y), hal ini ditunjukan dengan hasil perhitungan uji t sebesar thitung> ttabel dan signifikansi < 0,05 sehingga H2 didukung dan H0 tidak didukung.
4. Prinsip transparancy (X2) memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y), hal ini ditunjukan dengan hasil perhitungan uji t sebesar thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 sehingga H3 didukung dan H0 tidak didukung.
5. Prinsip accountability (X3) memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y), hal ini ditunjukan dengan hasil perhitungan uji t sebesar thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 sehingga H4 didukung dan H0 tidak didukung.

·         JURNAL III
Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
Volume / Halaman
Vol.13.No.2 / Halaman 564-581
Nama Penulis
1. Diana Istighfarin
2. Ni Gusti Putu Wirawati
Judul Jurnal
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap
Profitabilitas Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Tanggal Jurnal
November 2015
Tujuan Penelitian
Menguji pengaruh Good Corporate Governance terhadap profitabilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Variable Penelitian
Variable Independen : Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan.
Variable Dependen : Efek Terhadap Nilai Perusahaan.
Kesimpulan Penelitian
Penelitian ini menemukan variabel kepemilikan institusional dan CGPI berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan variabel dewan komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.


Sumber :

Tuesday, 6 June 2017

TUGAS 3.3 PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) + 3 Jurnal Penelitian


Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
Pelaporan tanggung jawab sosial mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi mengenai pengaruh suatu perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya, masyarakat setempat dan lingkungan. Hal ini mencerminkan kepercayaan bahwa perusahaan berhutang kepada para pihak yang berkepentingan dalam bentuk laporan akuntansi tahunan mengenai kinerja sosial dan lingkungannya.
Saat ini perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab kepada sekelompok besar yang disebut sebagai pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) – karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat umum.
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh. Bidang permasalahan yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja, keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan produktivitas perusahaan.

JURNAL PENELITIAN
·         JURNAL I
Nama Jurnal
Jurnal Nominal
Volume / Halaman
Volume 1 Nomor 1
Nama Penulis
1.    Marzully Nur
2.    Denies Priantinah M.Si., Akt
Judul Jurnal
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Berkategori High Profile yang Listing di Bursa Efek Indonesia)
Tanggal Jurnal
Tahun 2012
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, dewan komisaris, leverage dan pengungkapan media terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility.
Variabel Penelitian
Variabel Independen: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility di Indonesia.

Variabel Dependen: pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, dewan komisaris, leverage dan pengungkapan media.
Kesimpulan Penilitian
Profitabilitas yang diproksi dengan ROA tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR hal ini dikarenakan ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi, perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuangan perusahaan.
Ukuran perusahaan yang diukur dengan Total Asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR hal ini dikarenakan semakin besar suatu perusahaan maka biaya keagenan yang muncul juga semakin besar. Untuk mengurangi biaya keagenan tersebut, perusahaan akan cenderung mengungkapkan informasi yang lebih luas.
Kepemilikan saham publik tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR hal ini dikarenakan kemungkinan kepemilikan publik pada perusahaan di Indonesia secara umum belum memperdulikan masalah lingkungan dan sosial sebagai isu kritis yang harus secara ekstensif untuk diungkapkan dalam laporan tahunan.
Dewan komisaris menunjukkan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap pengungkapan CSR alasan yang bisa menjelaskan ini dikarenakan dewan komisaris yang berjumlah kecil akan memiliki efektivitas yang baik terhadap pengawasan manajemen perusahaan. Selain itu, ukuran dewan komisaris yang berjumlah besar juga menjadi kurang efektif karena dominasi anggota dewan komisaris yang mementingkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya sehingga mengesampingkan kepentingan perusahaan.
Leverage yang diproksi dengan DER (Debt Equity Ratio) menunjukkan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap pengungkapan CSR hal ini dikarenakan manajemen perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi cenderung mengurangi pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuatnya agar tidak menjadi sorotan dari para debtholders.
Pengungkapan media tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR hal ini dikarenakan media lebih berperan sebagai sarana perusahaan bukan sebagai exposure media yang mendorong perusahaan melakukan pengungkapan CSR Profitabiltas, ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik, dewan komisaris, leverage dan pengungkapan media secara bersama-sama mempengaruhi pengungkapan CSR

·         JURNAL II
Nama Jurnal
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi
Volume / Halaman
Volume 2 Nomor 5
Nama Penulis
Arik Novia Handriyani
Judul Jurnal
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating
Tanggal Jurnal
Tahun 2013
Tujuan Penelitian
Menguji dan menganalisis pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating.
Variabel Penelitian
Variabel Independen: Tingkat pengungkapan informasi sosial dalam laporan tahunan digunakan dengan pendekatan dikotomi.

Variabel Dependen: pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating.
Kesimpulan Penilitian
1. CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan bahwa dengan tingginya tingkat pengungkapan tanggungjawab sosial (CSR) akan membuat perusahaan memiliki citra positif di masyarakat dan khususnya dikalangan bisnis, sehingga perusahaan akan mendapatkan respon dari masyarakat akan eksistensinya di dunia bisnis yang nantinya akan meningkatkan nilai perusahaan.
2.  Profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan CSR terhadap nilai perusahaan. CSR tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas perusahaan tinggi, dan sebaliknya CSR juga tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas perusahaan rendah.

·         JURNAL III
Nama Jurnal
Jurnal Nominal
Volume / Halaman
Volume 1 Nomor 1
Nama Penulis
1.    Reny Dyah Retno M.
2.    Denies Priantinah M.Si., Ak.
Judul Jurnal
Pengaruh Good Corporate Governance dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010)
Tanggal Jurnal
Tahun 2012
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui Pengaruh GCG Terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Size dan Leverage, dan mengetahui Pengaruh pengungkapan CSR Terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Size, Jenis industry, Profitabilitas, dan Leverage pada perusahaan yang terdaftar di BEI.
Variabel Penelitian
Variabel Dependen: Mengetahui Nilai Perusahaan.

Variabel Independen: Pengaruh Good Corporate Governance dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan.
Kesimpulan Penilitian
1. GCG berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Size dan Leverage pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010.
2. Pengungkapan CSR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Size, Jenis industri, Profitabilitas, dan Leverage pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010.
3. GCG dan Pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010.


Sumber :
Choi, Frederick D.S and Gary K. Meek (2010). International Accounting. Buku 1. Salemba Empat. Jakarta.
http://garcianno.blogspot.co.id/2013/04/bab-5-pelaporan-dan-pengungkapan.html?m=1