A. PENGERTIAN AKUNTANSI
Akuntansi berasal
dari kata asing ”ACCOUNTING” yang dalam bahasa Indonesia artinya menghitung
atau mempertanggung jawabkan. Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengukur,
mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data dan transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang
yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan
serta tujuan lain.
Pengertian akuntansi
menurut American Accounting Association adalah proses mengidentifikasi,
mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian
dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi
tersebut. Artinya, akuntansi adalah pengukuran, penjabaran atau pemberian
kepastian mengenai informasi yang akan membantu manager dan pengambilan
keputusan lainnya untuk mengambil keputusan alokasi sumber daya.
Akuntansi keuangan
adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis
dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.
Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi,
adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan
suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal
tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan
prinsip akuntansi yang berterima umum.
Secara luas akuntansi
juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk
menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para
manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti
pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam
proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
Praktisi akuntansi
dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu
yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or
ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant
(ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified
General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat
disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
B. Prinsip Akuntansi
Di bidang akuntansi dan keuangan
terutama audit di Indonesia, dikenal istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia” (merupakan
padanan dari frasa “generally accepted accounting principles”) adalah
suatu istilah teknis akuntansi
yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi
yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip akuntansi
yang berlaku umum di suatu wilayah tertentu mungkin berbeda dari prinsip
akuntansi yang berlaku di wilayah lain. Oleh karena itu, untuk laporan keuangan
yang akan didistribusikan kepada umum di Indonesia, harus disusun sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sesuai standar pelaporan pertama dari
standar auditing, auditor
dalam laporannya akan
mengungkapkan dalam apakah laporan keuangan yang diaudit telah disajikan sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Laporan keuangan adalah
catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang
dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Selain itu
laporan keuangan diartikan sebagai ringkasan dari proses akutansi selama tahun
buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara
data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut.
1.
BENTUK NERACA
SALDO
Neraca dapat
disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk
skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau
sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk
laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal
di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan kedua bentuk neraca berikut.
Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel
disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada
bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri, utang
dan modal pada sisi kanan.
2.
LAPORAN LABA/RUGI
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement)
adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban
perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur
laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
- Pendapatan dari penjualan
- Dikurangi Beban pokok penjualan
- Laba/rugi kotor
- Dikurangi Beban usaha
- Laba/rugi usaha
- Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
- Laba/rugi sebelum pajak
- Dikurangi Beban pajak
- Laba/rugi bersih
. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
1.
Laporan Laba Rugi
yaitu
laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam
suatu periode tertentu.
2.
Laporan Perubahan Modal
yaitu
laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari
laba/rugi dan transaksi pemilik.
3.
Neraca
yaitu
laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi
aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.
4.
Laporan Arus Kas
yaitu
laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode
tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.
PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TERHADA AKUNTANSI
1.
Para pemilik dan calon pemilik
perusahaan. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk
mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
2.
Para pengelola perusahaan Para
pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola
perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi
bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi
atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
3.
Para pegawai/karyawan
perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang
penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial
lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada
akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
4.
Para investor. para
investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu
perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu
mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang
sia-sia.
5.
Para kreditor. Para
kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan
perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit.
6.
Pemerintah Pemerintah
sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di
negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan
negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan
dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
- Rekanan perusahaan Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
Siklus Akuntansi Keuangan
Siklus
akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan
keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari
terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu
periode.
Apabila digambarkan,
siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
1.
Transaksi Usaha
2.
Pembuatan Bukti Asli
3.
Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
4.
Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1
5.
Neraca Lajur Penyesuaian
6.
Laporan Keuangan
7.
Jurnal Penutup
8.
Neraca Saldo setelah penutupan.
TRANSAKSI
Transaksi
usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan
usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini
biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.
Sebagai
contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran
rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian
tanah dan gedung, dan lain sebagainya.
Suatu
transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan
transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan
disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor.
PEMBUATAN
BUKTI ASLI.
Sebagaimana
disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikan dengan adanya
dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh
bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada
transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya
pencurian barang dagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar
biasa.
Semua transaksi baik
yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahan untuk menyusun laporan
keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itu lebih lanjut.
Bukti-bukti asli
yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain :
kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.
- Kwitansi; Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
- Faktur Penjualan atau Pembelian; Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
- Bukti-bukti lain; Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya: nota-nota dari Bank (nota debet atau nota kredit) , serta bukti pengirirnan atau penerimaan barang.
PENCATATAN
DALAM BUKU HARIAN (JURNAL).
Transaksi dicatat
pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan
kronologis dari transaksi entitas.5
Sebagaimana di
tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut:
- .. Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi
- .. Nama perkiraan.
- .. Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet
- .. Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit.
Proses pencatatan
mengikuti lima langkah berikut ini:
a)
Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip
deposito bank, penerimaan penjualan dan cek.
b) Menentukan setiap
perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan
berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
c) Menetapkan apakah
setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan
oleh transaksi itu.
d) Menetapkan apakah
harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
e) Memasukkan
transaksi tersebut kedalam jurnal.
Berdasarkan kelima
tahap tersebut, untuk menjurnal transaksi yang terjadi pacta sebuah Perusahaan
Pengangkutan, PT. Yudi Makmur, yaitu menginvestasikan Rp. 50.000.000,- tunai
kedalam usaha adalah sebagai berikut:
- Langkah 1. Dokumen sumbernya adalah slip deposito bank dan cek milik Yudi Makmur sebesar Rp.50.000.000,- yang diambil dari rekening langkah pribadinya di bank.
- Langkah 2. Perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut adalah Kas dan Modal Yudi Makmur. Kas adalah perkiraan aktiva dan modal Yudi Makmur adalah perkiraan modal pemilik.
- Langkah 3. Kedua perkiraan tersebut mengalami penambahan sebesar Rp.50.000.000.- Karena itu kas didebet: yaitu perkiraan aktiva mengalami penambahan dan modal Yudi yang Makmur dikredit yaitu: perkiraan modal pemilik yang mengalami penambahan.
- Langkah 4. Kas didebet untuk mencatat penambahan dalam perkiraan aktiva. Modal Yudi Makmur dikredit untuk mencatat penambahan dalam perkiraan modal pemilik.
- Langkah 5. Ayat jurnalnya adalah:
Setiap ayat jurnal
menunjukkan secara lengkap pengaruh investasi dari suatu transaksi awal dari
Yudi usaha. Makmur, Jika dipelajari perkiraan kas menunjukkan suatu gambaran,
yaitu debet sebesar Rp.50.000.000,-. Setiap transaksi mempunyai suatu kredit,
dan dalam contoh sederhana ini hal itu diwakili oleh perkiraan modal.
PENCATATAN
BUKU BESAR DAN BUKU TAMBAHAN.
a. Buku Besar
(Ledger)
Untuk memudahkan
menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya
terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan
menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut
dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan
menurut jenisnya.
Jumlah buku besar
yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing
jenis besarnya sendiri- sendiri.
Judul kolom yang
mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom item,
Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang
dikredit.
Pemindah bukuan
perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai
debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam
buku besar. Transaksi investasi awal oleh Yudi Makrnur akan dipindahkan kebuku
besar seperti tampak pada gambar 2.
b. Buku Tambahan
(Sub Ledger)
Beberapa perkiraan
memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan
Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada
siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing
langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur.
Untuk mengetahui
perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku
besar tambahan (buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan
yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku besar
piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku
besar tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
NERACA LAJUR.
Setelah seluruh
transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo
masing-masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau
nol. Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan
karenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatu
neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan
pembukuan.
Gambar 4 adalah
neraca saldo dari PT. Yudi Makmur per tanggal 31 Desember 199X.
Dalam neraca saldo
terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan
hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya
neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu
diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian
adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan
pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode
dimana beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian
akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan memperbaharui
perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat
ditimbulkan perkiraan yang tidak kelihatan.
Perkiraan-perkiraan
yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:
1. Biaya-biaya yang
masih harus dibayar
2. Pendapatan yang
masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang
dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang
diterima lebih dahulu
5. Penyusutan
bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian
perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan
piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang
dagangan.8
Contoh di bawah ini
mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dari PT. Yudi Makmur yang dibuat pada
tanggal 31 Desember.
Inforrnasi yang
diperoleh untuk membuat ayat jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 199X
adalah:
a. Pendapatan jasa
belum diterima Rp. 250.000
b. Perlengkapan yang
masih dimiliki perusahaan Rp. 400.000
c. Sewa dibayar
dimuka yang telah terpakai Rp. 1.000.000
d. Penyusutan meubel
Rp. 275.000
e. Beban gaji
terhutang Rp. 950.000
f. Jumlah pendapatan
jasa diterima dimuka yang dapat dianggap sebagai pendapatan Rp. 150.000
Untuk
mencatat pendapatan jasa diterima dimuka yang dapat diakui Sebagai pendapatan.
LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan
laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah
neraca. Elemen penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama
perusahaan, nama laporan, tanggal atau periode yang dicakup laporan, rangka
laporan tersebut.
Panah-panah yang
terdapat dalam Gambar 5, 6 dan 7, menunjukkan hubungan antara laporan laba
rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan neraca.
a) Laporan laba rugi
mencerminkan laba bersih atau kerugian bersih yang diperoleh dengan
mengurangkan beban dari pendapatan. Karena pendapatan dan beban juga merupakan
perkiraan Laporan Perubahan Posisi Keuangan, maka selisih antara pendapatan dan
beban tersebut (laba/kerugian bersih) akan dipindahkan kedalam Laporan
Perubahan Posisi Keuangan. Jika diperhatikan, laba, bersih pada Gambar 5
sebesar Rp.3.525.000,- menambah modal pemilik dalam gambar 6. Suatu kerugian
bersih akan mengurangi modal pemilik
b) Modal adalah dalam
neraca, jadi nilai sisa akhir dalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan akan
dipindahkan kedalam neraca. Nilai ini merupakan elemen keseimbangan yang paling
akhir dalam neraca. Hal ini dapat ditelusuri melalui nilai Rp. 31.575.000,-
pada gambar 6 ke gambar 7.
JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah
ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan
pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.9
Pendapatan yang akan
menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan mengurangi
modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau
demikian, pendapatan dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam
perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total
debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit dari seluruh jumlah pendapatan
pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan suatu
"tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses
penutupan. Kemudian nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan
dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah penutupan perkiraan suatu perusahaan
adalah sebagai berikut:
1.
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa
kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total pendapatan. Ayat
jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam sisi kredit dari
Ikhtisar laba rugi.
2.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa
debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal
ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet dari Ikhtisar laba rugi.
3.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan
mengkredit perkiraan modal.
4.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa
debetnya. Mendebet perkiraan modal pemilik perusahaan.
Untuk mengambarkan
hal diatas, misalnya Yudi Makmur menutup buku pacta akhir Desember, maka jurnal
penutupnya adalah:
NERACA SALDO SETELAH
PENUTUPAN.
Siklus
akuntansi
akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan
adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan
ayat jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang
terdapat pada awal pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan
adalah daftar seluruh perkiraan dengan nilai sisanya. Langkah ini dilakukan
untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi yang seimbang untuk
memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan diberi
tanggal perakhir periode
akuntansi
dimana laporan tersebut dibuat.
Isi perkiraan Neraca
adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva,
kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti
perkiraan pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa
perkiraan tersebut telah ditutup (gambar 8).
KESIMPULAN
Siklus
Akuntansi
adalah
suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode
tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan
dikumpulkan secara sistematis.
Transaksi-transaksi
yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil yang
catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli
tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya dipindahkan
ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan
klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan.
Disamping Buku Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap
gabungan dalam Buku Besar. Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku
Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun
suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas
kerja (Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja
ini sekaligus dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah
diadakan pembetulan-pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang
disebut dengan penyesuaian (adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah
Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi
Keuangan.
SUMBER :










No comments:
Post a Comment