Ayu Faradilla
21213538
1EB23
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3. Pelatihan pekerja dengan metode baru
4. Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
> Dekat dengan pasar
> Dekat dengan sumber bahan baku saja
> Tersedia tenaga kerja
21213538
1EB23
Pengertian
Manajemen Produksi
Manajemen
produksi adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar
dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur
kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan
usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai
dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut
pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai
tujuan organisasi atau perusahaan.
Tugas
dari manajemen produksi ada dua yakni
1. Merancang system produksi
2. Mengoperasikan suatu system produksi untuk memenuhi persyaratan produksi yang ditentukan.
1. Merancang system produksi
2. Mengoperasikan suatu system produksi untuk memenuhi persyaratan produksi yang ditentukan.
Pengertian
Produksi
Produksi
adalah kegiatan perusahaan menghasilkan barang-barang atau jasa dari
bahan-bahan atau sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.
Pengertian ini dapat memperluas lagi arti dan fungsi manajer dalam sistem produksi.
Proses
Produksi
Adapun
proses produksi menurut berbagai macam bagian dapat dibagi menjadi empat,
yakni;
- Sifat produk
Sifat
produk menjadikan suatu proses produksi dari suatu produk tertentu akan lain
dengan sifat produk yang berbeda. Hal ini biasanya dibedakan apakah produk yang
akan diproduksikan mencerminkan sifat khusus dari konsumsi pembeli(spesifik)
ataukah produk yang akan diproduksi merupakan produk standar yang didasarkan
pada keputusan perusahaan.
2.
Produk
spesifik
Kalau
pembeli menginginkan spesifikasi daritertentu dari produk yang
diinginkansedangkan jumlahnya hanya terbatas, maka proses produksi yang dipakai
adalah proses produksi pesanan. Contohnya: Produk meuble, pakaian, sepatu dsb.
3.
Produk
standar
Produk
standar yang akan menjadi keputusan perusahaan akan mengakibatkan proses
produksi yang digunakan akan berbeda dengan proses produksiuntuk produk
pesanan.
Sebab,
perusahaan yang membuat produk standar berarti perusahaan tersebut membuat
produk yang ukurannya standar dan jumlahnya sangat banyak karena bertujuan
untuk persediaan atau dikirimkan kepada pembeli atau penyalur.
Contohnya:
Televisi, lemari es, sikat gigi, pakaian bayi dsb. Kalau proses produksi yang
dipilih perusahaan adalah proses produksi standar maka perusahaan diharuskan
menyediakan dana yang besar untuk penyimpanan, penanggungan resiko turunnya
harga maupun kualitas dan biaya pemeliharaan yang cukup besar.
4.
Tipe
Proses Produksi
Tipe
proses produksi ditinjau dari bahan mentah sampai menjadi barang
dapat dibagi
menjadi
2 tipe, yakni;
- Tipe proses produksi terus menerus (Continous Process)
Contohnya:
Terjadi pada industri-industri yang mempunyai hanya satu shift produksi seperti
perusahaan tekstil, mobil, semen dsb
2.
Tipe
proses produksi terputus-putus (intermiten)
Contohnya:
Terjadi pada perusahaan yang membuat barang tergantung dari pesanan konsumen
seperti meubel, pengecoran logam, pakaian dsb
Manfaat yang diciptakan
Berdasarkan
manfaat yang diciptakan, proses produksi bisa dilakukan dengan cara yang
berbeda-beda
tergantung manfaat yang diciptakan . berdasarkan hal tersebut di atas,
kegiatan
atau manfaat dapat dibagi menjadi 5 manfaat, yaitu;
- Manfaat dasar (primary utility)
Manfaat
dasar akan terjadi jika kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan
yang bergerak dalam bidang pengambilan dan penyediaan barang-barang atau
hasil-hasil dari sumber yang sudah tersedia oleh alam. Misalnya perusahaan
tambang, perikanan dll.
2.
Manfaat
bentuk (form utility)
Proses
produksi yang menciptakan manfaat bentuk adalah meubel. Proses ini terjadi
setelah manfaat dasar dilakukan, kemudian baru dilakukan proses selanjutnya
untuk menciptakan manfaat yang lebih baik lagi.
3.
Manfaat
waktu (time utility)
Manfaat
waktu dihubungkan dengan kenaikan nilai barang yang mempunyai selisih waktu,
misalnya disimpan di pergudangan (bulog) setelah harga-harga naik maka beras
yang tidak habis dalam masa turunnya harga karena waktu berjalan terus maka
menyebabkan nilai beras tersebut bertambah.
4.
Manfaat
tempat (place utility)
Manfaat
tempat dapat kita lihat pada perusahaan transportasi. Perusahaan transportasi
seperti kereta api, truk, kapal, maupun pesawatakan menyebabkan bertambahnya
manfaat barang yang dipindahkan tersebut. Contoh: hasil-hasil pertanian yang
diangkut ke desa.
5.
Manfaat
kepemilikan (ownership utility)
Manfaat
kepemilikan adalah usaha untuk memindahkan barang dari hak milik orang yang
satu ke orang yang lain. Contohnya: pedagang, toko, distributor, pengecer, dsb
Teknik proses produksi
Penggolongan
proses produksi menurut teknik atau sifat proses produksi akan menentu-
kan
jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam proses produksi. Berdasarkan
tekniknya
dapat
dibagi menjadi beberapa macam, yaitu;
- Proses ekstraktif
Yaitu
proses produksi yang dilakukan dengan cara mengambil langsung dari sumber alam
yang telah tersedia. Misalnya proses penambangan, perikanan, perkebunan dsb.
2.
Proses
analitis
Yaitu
proses untuk menguraikan atau memisahkan dari suatu bahan mentah tertentu
menjadi beberapa macam bentuk yang menyerupai aslinya. Contoh: Pertamina
3.
Proses
fabrikasi
Prosesnya
sama dengan proses analitis, tetapi menggunakan alat seperti mesin dan
bentuknya tidak harus sama dengan aslinya, seperti pakaian, meubel, sepatu.
4.
Proses
sintetis
Yaitu
proses pengkombinasian dari beberapa bahan dalam suatu bentuk produk. Contohnya
perusahaan kimia, obat-obatan, kaca, gelas dsb.
5.
Proses
assembling
Yaitu
merangkaikan beberapa produk jadi atau setengah jadi menjadi produk baru tanpa
merubah bentuk fisik susunan kimiawinya. Contohnya perusahaan karoseri, mobil,
IPTN dsb
Pengambilan
Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Merupakan
kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam
memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi
seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager).
Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang
manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat
diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap
alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik.
Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih
serta mengawasi dan mengevaluasi agar tetap berada di
jalur yang benar. Jika dilihat dari keputusan yang harus diambil maka dibedakan
menjadi;
1.
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain
Ruang Lingkup
Manajemen Produksi
- Perencanaan system produksi
- Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
Perkembangan
Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena
adanya faktor :- Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi :
- Revolusi Industri
Revolusi Industri
merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.
Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang
perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
- Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer
- Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan
metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja
terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3. Pelatihan pekerja dengan metode baru
4. Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
Fungsi
dan Sistem Produksi dan Operasi
Yang
dimaksud dengan sistem adalah merupakan suatu rangkaian unsur-unsur yang saling
terkait dan tergantung serta saling pengaruh-mempengaruhi satu sama lain, yang
keseluruhannya merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi
pencapaian suatu tujuan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem
produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara
terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi
keluaran.
Sistem produksi tidak
hanya terdapat pada industri manufaktur, tetapi juga dalam industri jasa
seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan rumah sakit. Sistem produksi
dan operasi dalam industri jasa menggunakan bauran yang berbeda dari masukan
yang dipergunakan dalam industri manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
Lokasi dan Lay Out Pabrik
Tata
ruang pabrik juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan
agar suasana kerja menjadi baik. Sasaran tata ruang adalah untuk mengatur ruang
agar aliran proses produksi menjadi lancar, efisien dan menciptakan suasana
kerja yang menyenangkan dan mudah diawasi. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam tata ruang adalah sebagai berikut :
- Mudah dalam pengangkutan bahan baku maupun hasil produksi
- Letak bangunan pabrik sesuai dengan urutan proses
- Demi keselatan kerja maka pada tempat-tempat yang mudah terjadi kebakaran ditempatkan unit-unit pemadam kebakaran
- Penyimpanan bahan baku, bahan pembantu dan hasil produksi harus terletak pada lokasi yang terisolir, misalnya lem, atau bahan kimia lainnya
- Tersediannya ruang kosong untuk pembongkaran alat-alat
- Cukup ventilasi dan lubang-lubang sirkulasi udara
- Distribusi air dan listrik harus seefisien mungkin
- Letak peralatan harus dibuat seefisien mungkin sesuai dengan alur proses produksi
- Pengelompokan alat-alat yang sejenis untuk mempermudah pengawasan dan pemeliharaan
1.
Faktor utama :
>Lingkungan masyarakat.
> Kedekatan dengan pasar.
> Tenaga kerja.
> Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok.
> Fasilitas dan biaya transportasi.
> Sumber daya alam lainnya.
>Lingkungan masyarakat.
> Kedekatan dengan pasar.
> Tenaga kerja.
> Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok.
> Fasilitas dan biaya transportasi.
> Sumber daya alam lainnya.
2.
Faktor
sekunder:
> Harga tanah.
> Dominasi masyarakat.
> Peraturan tenaga kerja.
> Rencana tata ruang.
> Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing.
> Tingkat pajak.
> Cuaca atau iklim.
> Keamanan
> Peraturan lingkungan hidup
> Harga tanah.
> Dominasi masyarakat.
> Peraturan tenaga kerja.
> Rencana tata ruang.
> Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing.
> Tingkat pajak.
> Cuaca atau iklim.
> Keamanan
> Peraturan lingkungan hidup
Pendekatan situasional atau contingency adalah
penentuan lokasi berdasarkan faktor terpenting menurut kebutuhan dan kondisi
masing-masing perusahaan. Misalnya :
> Dekat dengan pasar
> Dekat dengan sumber bahan baku saja
> Tersedia tenaga kerja
3.
Perangkap
Dalam Pemilihan Lokasi
> Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja .
> Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu biaya mahal untuk membuat pondasi.
> Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan dan saran transportasi belum dibangun.
> Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.
> Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja .
> Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu biaya mahal untuk membuat pondasi.
> Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan dan saran transportasi belum dibangun.
> Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.
4.
Tahap Pemlihan
Lokasi Pabrik
- Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
- Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.
- Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.
- Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
- Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.
- Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.
SUMBER :
BUKU MANAJEMEN PRODUKSI

No comments:
Post a Comment