Wednesday, 9 April 2014

sistem perekonomian kapitalis (liberalis)



A. Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis
           

Sistem Ekonomi kapitalis atau kapitalisme adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan di abad ke-18 di Inggris. Sejak saat itu, kapitalisme mulai menyebar ke wilayah Eropa, lalu Amerika dan terus menyebar ke belahan bumi lainnya. Pemikir Kapitalisme yang terkenal adalah John Locke. Kapitalisme sangat erat kaitannya dengan capital atau modal. Secara etimologis, kapitalisme berasal dari bahasa latin “coput” yang berarti kepala, kehidupan, dan kesejahteraan. Dari arti inilah kemudian capital atau modal diinterpretasikan sebagai suatu titik kesejahteraan di dalam aspek kehidupan manusia. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasakan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk meng-gait profit. Sistem kapitalisme sama sekali tidak meng-indahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi.


            Dalam perkembangannya, terdapat banyak definisi mengenai kapitalisme yang dilahirkan oleh para ahli ekonomi, sosial dan politik di seluruh dunia. Berikut adalah definisi-definisi kapitalisme menurut beberapa ahli :

1. Milton H. Spencer dalam bukunya yg berjudul Contemporary Macro Economics (1977) Kapitalisme merupakan sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi dan pemanfaatanya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

2. Ruth Mc Vey (1998)
Kapitalisme adalah sistem yang menggunakan alat-alat produksi yang berada di tangan sector swasta untuk menciptakan laba dan sebagian besar laba akan ditanam kembali untuk  memperbesar kemampuan menghasilkan laba kembali.

B. Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis   

Sistem Ekonomi Kapitalis memiliki cirri-ciri berupa :
 
1. Hak milik swasta dan hak pribadi ( Private Property )      
Kapitalisme mempunyai satu hal yang paling utama yaitu adanya lembaga yang memiliki hak milik swasta atau hak-hak pribadi. Hal ini sama seperti yang dikemukakan oleh John Locke bahwa kekayaan adalah hak alamiah yang terlepas dari kekuasaan negara.

2. Kepentingan diri sendiri ( Self Interest )
Dalam kapitalisme, individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa campur tangan pemerintahan.

3. Minimnya campur tangan pemerintah
Untuk mencapai hal yang terbaik, peran pemerintah sangat diminimalisir dan ada prinsip “The invisible hand” yang diperkenalkan oleh Adam Smith yang sangat efesien dalam mengatur perekonomian.

4. Prinsip Laissez Faire (individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi)
Kepemilikan alat-alat produksi ada di tangan individu dan individu bebas memilih pekerjaan atau usaha yang dipandang baik bagi dirinya tanpa intervensi pemerintah.

5. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
Disini pasar berfungsi sebagai pemberi signal kepada produsen dan konsumen dalam bentuk penentuan harga-harga dengan motif menggerakan perekonomian dan mencari laba.

6. Adanya persaingan
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus yang selalu mengejar  keuntungan yang sangat erat dengan munculnya persaingan.

     ·         Sistem Kapitalis Modern
                       
Ciri-cirinya adalah :
     1.      Karena adanya persaingan bebas, maka produsen cenderung meningkatkan hasil produksi
     2.      Kemungkinan pendapatan dapat dimaksimalkan
     3.      Dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja
     4.      Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan


D. Kebaikan dan Keburukan Sistem Ekonomi Kapitalis
           
            Sistem ekonomi kapitalis memiliki cukup banyak kebaikan, tidak heran jika sistem ekonomi ini diadopsi dan diaplikasikan oleh cukup banyak negara di dunia ini meskipun tidak semua negara murni menjalankan sistem ini tapi tetap saja unsur-unsur sistem ini bisa dilihat dalam sistem ekonomi dibanyak negara. Kebaikan dari sistem ekonomi kapitalis antara lain adalah :

    1. Menumbuhkan kreatifitas masyarakat dalam mengatur kegiatan perekonomian.
    2. Bebas memiliki sumber produksi.
    3. Bebas dalam melakukan kegiatan perekonomian.
    4. Munculnya rasa persaingan untuk maju.
    5. Muncul banyak wirausaha dengan inovasi yang bisa menjadi innovator.
    6. Barang yang diproduksi memiliki mutu tinggi karena persaingan pasar.
    7. Lebih efesien dan efektif dalam pemanfaatan sumber daya dan distribusi barang.
    8. Setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Dalam pengimplementasiannya, sistem ekonomi kapitalis mulai di protes banyak ahli karena dianggap juga memiliki banyak keburukan. Banyak negara mencurigai bahwa kapitalisme adalah biang kerok dari kerusakan suatu negara di banyak sektor. Keburukan dari sistem ekonomi kapitalis adalah:

    1. Pemerataan pendapatan sulit dilakukan.
    2. Masyarakat lebih cenderung mementingkan kepentingan pribadinya
        sehingga memunculkan kesenjangan sosial.
    3. Lebih cenderung terjadi eksploitasi kaum proletar oleh kaum borjuis.
    4. Menimbulkan monopoli yang bisa merugikan masyarakat banyak.
    5. Adanya gejolak perekonomian.
    6. Tidak ada persaingan sempurna, yang ada hanya persaingan monopolistic.
    7. Sistem harga cenderung gagal dalam alokasi sumber daya secara efesien.
    8. Menimbulkan eksploitasi sumber daya, mematikan kerjasama dan unsur kemanusiaan.

   Cara penanggulangan sistem ekonomi kapitalisme, yaitu :

     ·         Mengeluarkan UU perburuhan/ketenagakerjaan
     ·         Mengawasi kegiatan perdagangan
     ·         Membuat UU. Sosial
     ·         Mengawasi perusahaan yang sifatnya monopolitis


  
AYU FARADILLA
21213538
1EB23
TUGAS 1.2




SUMBER :

http://handzmentallist.blogspot.com/2010/04/pengertian-sistem-perekonomian.html

No comments: