Thursday, 31 October 2013

Manajemen Dan Organisasi


AYU FARADILLA
1EB23
21213538
SOFTSKILL 


1.   Manajemen

Apakah organisasi itu ? organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan sendirian, dengan bekerja sama seseorang dapat menyelesaikan tugas yang apabila dikerjakan seorang diri tidak akan tercapai, organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan serta dapat menjadi sumber karier yang penting.
Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat sehingga organisasi mampu mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum organisasi dibedakan atas dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba seperti perusahaan yang menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan besar maupun kecil) kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi laba seperti yayasan, musium, rumah sakit milik pemerintah, sekolah, perkumpulan sosial dan lain-lain.

            Istilah manajemen memiliki banyak pengertian. Pengertian manajemen menurut Daft (2003;4) yaitu : “Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational recources.” Arti dari pengertian manajemen diatas adalah, manajemen merupakan pencapaian tujuan dengan  cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumber daya. Secara universal manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai kegiatan organisasi profit maupun non profit.

Selain kategori besar manajemen, manajer pada berbagai tingkat hirarki memiliki peran manajerial yang berbeda. Seorang peneliti. Henry Mintzberg, mengkategorikan peran seorang manajer dan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
  • Peran Decisional, membutuhkan manajer yang merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya.
  •  Peran Interpersonal, memerlukan manajemen untuk mengarahkaan dan mengawasi karyawan dan organisasi.
  • Peran Informasi adalah, mereka dimana para manajer memberikan dan mengirimkan informasi.

·         Fungsi Manajemen
Empat fungsi manajemen sebagai tugas utama yang harus dilaksanakan seorang manajer dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai proses manajemen adalah sebagai berikut :

·         Perencanaan (planning).
Proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya, meliputi penetapan sasaran, merumuskan tujuan, menetapkan strategi, membuat strategi, dan mengembang-kan subrencana untuk mengkoordinasikan kegiatan.

·         Pengorganisasian (organizing).
Proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana yang telah dibuat., meliputi penetapan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja untuk siapa.

·         Memimpin (leading)
Proses menumbuhkan semangat pada karyawan agar bekerja dengan baik dan membimbing mereka untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai rencana dalam rangka mencapai tujuan, memberi inspirasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai sasaran organisasi. 

·         Pengendalian (controlling).
Proses mengukur kinerja, membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana yang telah dibuat serta mengambil tindakan koreksi yan diperlukan.
Belakangan ini para manajer mengubah cara mereka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Perubahan ini diwujudkan dalam perbedaan antara manajemen “lama” dan manajemen “baru”. Manajer gaya lama menganggap diri mereka sebagai boss, sedangkan manajer gaya baru menganggap diri mereka sebagai sponsor, pemimpin kelompok atau konsultan internal. Beberapa perbedaan lainnya adalah manajer gaya lama mengambil keputusannya sendiri, dan manajer gaya baru mendengarkan masukan dari orang lain dalam pengambilan keputusan. Akibatnya manajer gaya lama bekerja lebih lama sedangkan manajer gaya baru bekerja lebih mengutamakan hasil.
Perubahan-perubahan dalam manajemen tersebut tidak membuat fungsi manajemen klasik menjadi kuno, sehingga fungsi manajemen gabungan antara manajemen gaya baru dan gaya lama adalah sebagai berikut:

·          Membuat sesuatu terjadi (making things happen)
·          Menghadapi persaingan (meeting the competition)
·          Mengorganisir orang, proyek, dan proses (organizing people, project, & process)
·          Memimpin (leading)


2.   Definisi Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Definisi lain menyebutkan, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dengan wewenang tertentu.

a.     Bentuk-Bentuk Organisasi
  • Organisasi Garis (oleh : Henry Fayol)
Organisasi yang paling sederhana dan sudah sangat tua. Digunakan di kalangan militer dengan karyawan yang masih sedikit dan saling kenal. Spesialisasi pekerjaannya pun belum terlalu tinggi.
  • Organisasi Fungsional (oleh : F.W. Taylor)
Pimpinan-pimpinan yang ada, tidak memiliki bawahan yang jelas, karena setiap pimpinan mempunyai wewenang untuk memberikan komando selama masih ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
  • Organisasi Staf dan Garis (oleh : Harrington Emerson)
Biasanya dipakai pada organisasi yang besar dengan daerah kerja yang luas dan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki tenaga staf atau tenaga ahli lebih dari satu untuk memberikan nasihat atau saran.
  • Organisasi Staf dan Fungsional
Organisasi staf dan fungsional merupakan organisasi gabungan antara staf dan fungsional. Memiliki kelebihan dan kelemahan seperti organisasi staf dan organisasi fungsional.


b.     Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
  • Kesatuan Tujuan.
  • Divisi Kerja dan Spesialisasi.
  • delegasi Kewenangan/
  • Koordinasi.
  • Kesatuan Komando.
  • Fleksibilitas.
  • Sederhana.
  • Rentang Kendali.
  • chain of Command.
  • Prinsip Pengecualian.
  • Wewenang dan Tanggung Jawab.
  • Efisiensi.
  • Keseimbangan yang Wajar.
  • Pemisahan fungsi lini dan staf.




Wednesday, 30 October 2013

"NAMAMU"

AYU FARADILLA
21213538
1EB23
SOFTSKILL


Mungkin Kau Tidak Pernah Tau Yang Ku Tulis Disini
Yang Terkardang Tak Terjadi Di Setiap Syairnya
Yang Takkan Pernah Selesai Ku Rangkai Untukmu
Dan Tak Pernah Lelah Ku Goreskan
Disetiap Aksaranya..
Hingga Kata Yang Ku Pintai Menjadikan Namamu..


Ijinkan Aku Mencintaimu Meski Dalam Goresan Pena
Aku Ingin Mencintaimu Layaknya Mentari
Yang Bergulir Sempurna Dari Kanan ke Kiri
Yang Tak Terlihat Namun Dapat Kau Rasa


Mungkin Bagimu Rinduku Tak Kasat Mata
Rindu Yang Tak Terbaca, Yang Tak Ku Pahami Maknanya
Biarkanlah Aku Simpan Dan Ku Rajut Dalam Hati

 

Tuesday, 22 October 2013

"Corat-Coret Kain"

Nama  : Ayu Faradilla
NPM   : 21213538
Kelas  : 1EB23
Tugas  : IBD tugas-2
( PUISI )


Sehelai kain perlahan dibentangkan
Membentukan bercak pola di setiap dataran
Dengan sepenuh hati perlahan melukiskan
mengikuti gerak tangan yang menjaluri pola gelap


Sabar ..
Semangat ..
Hanya Yang ada di Benak
Selendang Kain Penuh Goresan
Penuh Makna dalam Kehidupan


Kain yang Bermula Putih Cerah
Kini Indah Penuh Corat-Coret Tinta
Dengan Motifmu, Lambang Keanekaragaman
Dan Corak Warnamu, Mempercantik akan Kainmu


Kain itu kini menjadi sebuah batik
yang menjadi kekayaan bangsaku
budaya indonesiaku


Batik..
Kau Permata Bangsaku
Yang takan Pernah Hilang oleh Zaman

Wednesday, 16 October 2013

"Wayang Golek"



Penyebab Terkikisnya Wayang Golek :

Bila membicarakan kebudayaan di tanah sunda, tentunya tidak bisa terlepas dari kesenian yang satu ini. Salah satu yang menjadi ciri khas kesenian jawa barat yakni wayang golek. Wayang golek dibuat dari kayu lame dengan cara diraut dan diukir hingga menyerupai bentuk yang diinginkan. Untuk menggambar bagian-bagian wajah serta motif digunakan cat. Proses ini merupakan proses yang sangat rumit dan penting karena warna akan menghasilkan karakter wayang yang nantinya akan dimainkan oleh para dalang. Biasanya warna wayang golek berputar pada warna dasar merah, putih, prada dan hitam.

Wayang yang terkenal ini terdiri dari bagian-bagian yang saling mendukung seperti adanya seorang dalang yang memainkan boneka berdasarkan cerita. Selain itu, wayang bagi para dalang, wayang juga menjadi instrumen penyampai pesan-pesan demi membangun nilai gotong royong dan keharmonisan masyarakat. Hal tersebut menjadi kewajiban para dalang dalam menjalankan warisan tradisi dan kesenian budaya Indonesia, melalui wayang golek ini.
Selain dalang dan juga wayangnya itu sendiri, bagian yang tidak terpisahkan dari kesenian ini adalah nayaga yaitu grup atau orang yang memainkan gamelan, kendang, gong, rebab, dan juru kawin serta juru alok. 

Adapun jenis-jenis wayang golek ini terdiri dari 3 bentuk berbeda yaitu; wayang golek cepak, wayang golek purwa dan wayang golek modern. Wayang golek cepak lebih dikenal di daerah Cirebon dengan mementaskan cerita babad dan legenda setempat. Wayang jenis ini juga disebut cepak karena permukaan wajahnya yang datar.
Sementara wayang golek purwa merupakan wayang golek yang khusus membawakan cerita Mahabharata dan Ramayana. Uniknya penyampaian cerita Mahabarata yang kental akan nuansa Jawa diceritakan dalam bahasa Sunda. Sementara wayang golek modern layaknya wayang golek purwa namun pementasannya disesuaikan dengan kehidupan modern.

Pada zaman sekarang hiburan seperti wayang golek sudah jarang dimainkan, atau dipertunjukkan, padahal wayang golek adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang ada di jawa barat. Bisa dibilang sekarang wayang golek sudah mulai terkikis ironisnya dari perkembangan saat ini sudah banyak hiburan yang lebih menarik dibandingkan wayang golek. Contohnya saja remaja zaman sekarang lebih tertarik/lebih suka menonton film ke bioskop dibandingkan menonton hiburan jadul (jaman dulu). Banyak yang bilang kalau menonton hiburan seperti itu dibilang ngak gaul. Pada kenyataannya jadi terpengaruh oleh budaya Indonesia. Siapakah yang harus disalahkan.??? Seharusnya sebagai warga Negara Indonesia, budaya bukan Cuma dinikmati, tetapi cobalah untuk dipelajari, karena sekarang mulai sedikit masyarakat yang bisa memainkan wayang golek. Budaya itu akan hilang dan tidak akan bisa dinikmati lagi jika tidak ada yang memainkannya.


Solusinya :
Jangan hanya menjaga kebudayaan yang telah ada, tapi coba kembangkanlah kebudayaan itu sendiri sesuai zaman tanpa menghilangkan unsure-unsur dasar budaya itu sendiri, agar budaya itu bisa dinikmati lebih enak dan tidak membosankan.,

Monday, 14 October 2013

"Pemasaran"



A.       Pengertian pasar dan pemasaran

Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

 

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.” Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :

1.     Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
2.     Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
3.     Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.     Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2.     Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :

       Dari sudut pandang penjual :
1.     Tempat yang strategis (place),
2.     Produk yang bermutu (product),
3.     Harga yang kompetitif (price), dan
4.     Promosi yang gencar (promotion). 

 Dari sudut pandang konsumen :
1.     Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2.     Biaya konsumen (cost to the customer),
3.     Kenyamanan (convenience), dan
4.     Komunikasi (comunication)

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.


A.     Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

1.      Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas.

2.      Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.

3.      Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4.      Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.



5.      Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6.      Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam


B.           Jenis-jenis Pasar


         Pasar persaingan Sempurna
                
Adalah struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, setiap penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Ciri-cirinya : Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak, Barang yang diperdagangkan serba sama, Masing-masing penjual hanya berperan sebagai price taken (yang menetapkan harga).


         Pasar Monopoli ( milik Pemerintah )

Adalah suatu bentuk intnteraksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual yang berhadapan dengan banyak pembeli. Ciri-cirinya : Harga ditentukan satu perusahaan, Tidak terdapat barang pengganti yang mirip atau sama (clouse substitution), Tidak terdapat kemingkinan untuk masuk kedalam industry.


        Pasar Persaingan Monopolistik

Adalah suatu bentuk interksi yang sama antara permintaan dan penawaran dimana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama tetapi berbeda corak (model). Ciri-cirinya : Terdapat banyak penjual yang berkecampung di pasar, Barang yang dijual diferentiaten, Setiap penjual atau produsen aktif melakukan produksi dan iklan.


         Pasar Oligopoly

Adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran dimana terdapat beberapa penjual atau produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.  Ciri-cirinya : Terdapat beberapa penjual atau produsen yang menguasai pasar, Barang yang diperjual belikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (diferentiaten produk),  Terdapat hambatan yang cukup kuat bagi perusahaan yang berada di luar pasar untuk masuk kedalam pasar.


SUMBER :