Istana Jepang
Istana Matsumoto di Prefektur Nagano
Istana Jepang (城, 城郭 shiro atau jōkaku) adalah bangunan besar yang dibangun menggunakan kayu dan batu sebagai bahan
bangunan yang utama, dan dirancang sebagai pusat pertahanan sewaktu musuh
datang menyerang. Di masa perang dijadikan markas
besar, tempat menyimpan dana keperluan perang, serta pusat penyimpanan
perbekalan seperti makanan dan amunisi. Istana yang dianggap penting dijadikan tempat kediaman
panglima perang, pusat pemerintahan dan tempat pengumpulan informasi tentang
situasi perang. Sama halnya seperti kastil di Eropa, istana di Jepang
umumnya dibangun di dekat jalan utama atau di pinggir sungai untuk kemudahan transportasi dan menjaga wilayah yang
dianggap strategis.
Aksara kanji untuk istana
adalah shiro (城) yang dibaca
sebagai jō jika didahului oleh nama istana, misalnya dalam bahasa Jepang, Istana Osaka dibaca sebagai
osaka-jō.
Istana Hiroshima
Pada
zaman dulu, istana dibangun seluruhnya dari kayu, tapi kemudian di abad ke-16
berkembang penggunaan batu-batu besar untuk memperkuat konstruksi. Istana di
Jepang sebetulnya dirancang agar tahan lama, tapi sebagian besar istana justru
hancur akibat perang di zaman Sengoku karena bangunan
istana dibuat dari kayu yang cepat habis bila dibakar. Istana yang terbakar
sebagian besar langsung dibangun kembali atau dibangun kemudian di zaman Edo atau di zaman
modern. Istana
Matsue
dibangun tahun 1611 setelah berakhirnya
perang di zaman Sengoku, sehingga bangunan asli istana tetap utuh tidak pernah
menderita kerusakan akibat serangan musuh. Istana Hiroshima hancur akibat bom atom dan sekarang
digunakan sebagai museum setelah dibangun
kembali pada tahun 1958.
Di
Jepang, istana merupakan perkembangan dari kankōshūraku (環濠集落)
yakni permukiman penduduk yang dikelilingi oleh parit berisi air atau parit
kering yang tidak berisi air. Pada awal abad modern, istana mulai menggunakan tembok batu dan menara pengawas. Di akhir zaman Edo, istilah istana juga
digunakan untuk pertahanan militer berupa tempat meletakkan meriam dibangun di
sepanjang garis pantai untuk menangkal kedatangan kapal-kapal dari Eropa.
Konstruksi
istana dimulai dengan tahap fushin (普請 teknik sipil)
berupa penggalian parit dan pembangunan tembok dari tanah yang dikeraskan, yang
dilanjutkan dengan tahap sakuji (作事 arsitektur)
berupa pembangunan gerbang, tembok yang memagari istana, bangunan istana,
menara pengawas (yagura), dan menara utama.
Di
dalam kompleks istana dikenal pembagian wilayah berdasarkan zona (曲輪 kuruwa)
yang di antaranya digunakan sebagai tempat pemusatan pasukan.
Di
Jepang abad pertengahan, bangunan istana dijadikan tempat kediaman resmi daimyo bersama keluarganya,
sejumlah besar pelayan wanita, dan para bushi yang menjadi
pengikut. Di sekeliling istana yang besar biasanya dibangun kota permukiman penduduk. Istana terbesar
di Jepang adalah Istana Edo yang dikelilingi
kota yang sekarang dikenal sebagai Tokyo.
Sebelum
pemerintah Keshogunan Tokugawa mengeluarkan dekrit "satu negara satu
istana" (Ikkoku-ichijo-rei) di tahun 1615, di berbagai daerah di Jepang terdapat
banyak sekali istana yang jumlahnya mungkin mencapai puluhan ribu kalau benteng yang kecil-kecil
juga ikut dihitung.
Sejarah
- Permukiman penduduk dengan perlindungan parit di sekelilingnya (kangōshūraku)
- Permukiman penduduk di atas gunung dengan perlindungan benteng (kōchisei shūraku).
Kedua
model permukiman penduduk ini hilang secara perlahan-lahan sejalan dengan munculnya
pemimpin lokal yang mempersatukan penduduk.
Menurut
catatan tertua yang pernah ditemukan, istana pertama di Jepang adalah istana
Mizuki (sekarang terletak di Prefektur Fukuoka) yang dibangun pada
tahun 664 atas perintah kaisar Tenji. Selain istana
Mizuki, pada saat itu masih terdapat banyak istana lain yang tidak tercatat di Kyushu dan daerah Laut
Pedalaman Seto.
Di abad ke-7 hingga abad ke-9, di daerah Tohoku banyak dibangun
istana, seperti Istana Taga, Istana Dewanoki, dan Istana Akita akibat perang
berkepanjangan dengan suku Emishi yang merupakan
penduduk asli pulau Honshu bagian timur.
Di
abad pertengahan, istana dibangun sebagai tempat tinggal bushi pada masa damai, dan
melindungi prajurit yang ditempatkan di daerah pegunungan pada masa perang.
Pada awal zaman Sengoku, istana sebagian besar menggunakan model Yamajiro
(istana yang dibangun di atas gunung). Pada pertengahan zaman Sengoku,
pembangunan istana umumnya menggunakan model Hirayamajiro (istana
dibangun di bukit yang terletak di tengah dataran), sedangkan model Yamajiro
sedikit demi sedikit mulai tidak digunakan.
Istana Tamonyama dan Istana Shigisan di Nara yang
dibangun oleh Mastunaga Hisahide merupakan pelopor
model istana dengan menara utama dan menara pengawas (yagura) seperti
berbagai istana Jepang yang bisa dilihat sekarang ini.
Puncak
pembangunan istana di Jepang terjadi sewaktu Oda Nobunaga membangun Istana Azuchi dan Toyotomi
Hideyoshi
membangun Istana
Osaka
dan Istana Fushimi.
Di
zaman Edo, pemerintah
mengeluarkan dekrit "satu negara satu istana," sehingga istana banyak
yang dihancurkan karena dianggap sudah tidak berguna. Pada masa itu, jumlah
istana juga makin berkurang akibat kebakaran. Istana yang sudah terbakar
dibiarkan begitu saja karena pembangunan kembali istana dilarang oleh
pemerintah Keshogunan
Edo.
Pemerintah
mengeluarkan dekrit "penghancuran istana" (haijōrei) di zaman Meiji. Bangunan istana
dipreteli untuk digunakan sebagai bahan bangunan oleh angkatan bersenjata
Jepang. Di kota-kota yang mempunyai istana, pemerintah juga menggunakan bekas
istana sebagai pangkalan militer karena lokasinya yang strategis di tengah
kota.
Pada
Perang
Dunia II,
istana di Jepang sebagian besar merupakan sasaran serangan udara, sehingga istana
seperti Istana
Nagoya,
Istana Wakayama, dan Istana Hiroshima habis terbakar.
Pada
saat ini hanya ada 12 istana yang masih memiliki menara utama yang dibangun
sebelum zaman Edo:
- Istana Hirosaki
- Istana Matsumoto
- Istana Maruoka
- Istana Inuyama
- Istana Hikone
- Istana Himeji
- Istana Matsuyama (Prefektur Okayama)
- Istana Matsue
- Istana Marugame
- Istama Matsuyama (Prefektur Ehime)
- Istana Uwajima
- Istana Kōchi
Di
zaman Showa, pemerintah banyak
memugar dan membangun kembali istana di berbagai daerah di Jepang sebagai
tujuan pariwisata. Sebagian istana
semata-mata dibangun berdasarkan imajinasi dan tanpa dasar catatan sejarah.
Berdasarkan alasan keindahan, ada istana yang dilengkapi dengan menara utama,
padahal istana yang asli tidak pernah memiliki menara utama. Menara utama juga
ada yang dibangun cuma tampak luarnya saja.
Istana
yang dibangun kembali di zaman modern umumnya dibangun dengan bahan beton agar
tahan terhadap api dan bisa dimanfaatkan sebagai museum atau perpustakaan.
10 Tempat wisata
terpopuler di Jepang
10 Tempat wisata
terpopuler di Jepang - Jepang adalah negara yang modern
yang memiliki banyak tempat wisata yang indah, Disini
kami menyediakan informasi tentang tempat-tempat wisata yang paling populer
di Negara Jepang untuk anda yang mungkin ingin pergi ke jepang dan
menikmati suasana indahnya berwisata ke negara Jepang, Berikut ini adalah 10
tempat-tempat wisata yang terpopuler di jepang :
1. Kyoto
Kinkakuji (Golden Pavilion) di Kyoto
Kyoto
- Kyoto dahulu menjabat sebagai ibukota Negara Jepang dan tempat tinggal
kaisar dari tanun 794 sampai 1868. Sekarang Kyoto adalah salah satu kota di
negara Jepang yang terbesar ketujuh dengan populasi kurang lebih sekitar 1,4
juta penduduk. Selama berabad-abad, Kyoto berkali-kali dihancurkan oleh
banyak perang dan sering terjadi kebakaran, namun karena nilai historisnya yang
tinggi, Kota Kyoto tidak tercantum dari daftar kota sasaran bom atom dan
terhindar dari serangan udara selama Perang Dunia II. Kyoto memiliki Kuil yang
tidak terhitung jumlahnya, Kuil di Kyoto dan historis lainnya yang memiliki
struktur bernilai tinggi tetap bertahan hidup di kota ini. Kota Kyoto juga
termasuk kota yang paling indah di dunia dan memiliki kurang lebih 137 hotel.
2. Tokyo
Tokyo - Tokyo adalah ibu
kota Jepang sekarang dan metropolis di dunia yang paling padat penduduknya. Hal
ini juga salah satu dari 47 prefektur Jepang, yang terdiri dari 23 bangsal
pusat kota dan beberapa kota, kota dan desa-desa di sebelah barat pusat kota.
Kepulauan Izu dan Ogasawara juga merupakan bagian dari Tokyo.
Sebelum 1868, Tokyo dikenal sebagai Edo. Sebuah kota benteng kecil pada abad ke-16, Edo menjadi sebuah pusat politik di Jepang pada tahun 1603 ketika Tokugawa Ieyasu mendirikan pemerintahan feodal di sana. Beberapa waktu kemudian, Edo telah tumbuh menjadi salah satu kota dunia yang paling padat penduduknya. Dengan Restorasi Meiji tahun 1868, kaisar dan modal lalu pindah dari Kyoto ke Edo, setelah itu berganti nama menjadi Tokyo ("Timur Modal"). Sebagian besar Tokyo hancur dalam gempa bumi besar Kanto tahun 1923 dan dalam serangan udara dari 1945.
Tokyo menawarkan pilihan tampaknya tak terbatas belanja, budaya hiburan, dan makan kepada pengunjung. Sejarah kota dapat dihargai di kabupaten seperti Asakusa, dan dalam museum yang sangat baik, kuil bersejarah dan kebun. Bertentangan dengan persepsi umum, Tokyo juga menawarkan sejumlah ruang hijau yang menarik di pusat kota dan dalam perjalanan kereta api yang relatif singkat di pinggiran nya.
Sebelum 1868, Tokyo dikenal sebagai Edo. Sebuah kota benteng kecil pada abad ke-16, Edo menjadi sebuah pusat politik di Jepang pada tahun 1603 ketika Tokugawa Ieyasu mendirikan pemerintahan feodal di sana. Beberapa waktu kemudian, Edo telah tumbuh menjadi salah satu kota dunia yang paling padat penduduknya. Dengan Restorasi Meiji tahun 1868, kaisar dan modal lalu pindah dari Kyoto ke Edo, setelah itu berganti nama menjadi Tokyo ("Timur Modal"). Sebagian besar Tokyo hancur dalam gempa bumi besar Kanto tahun 1923 dan dalam serangan udara dari 1945.
Tokyo menawarkan pilihan tampaknya tak terbatas belanja, budaya hiburan, dan makan kepada pengunjung. Sejarah kota dapat dihargai di kabupaten seperti Asakusa, dan dalam museum yang sangat baik, kuil bersejarah dan kebun. Bertentangan dengan persepsi umum, Tokyo juga menawarkan sejumlah ruang hijau yang menarik di pusat kota dan dalam perjalanan kereta api yang relatif singkat di pinggiran nya.
Banyak bar dan klub berjajar, Tokyo
memiliki gedung pencakar langit dan sebuah kota modern metropolis, neon, toko
elektronik, dan pusat perbelanjaan, besar. Pada saat yang sama, beberapa kuil,
candi, restoran sushi, soba, pemandian umum, serta penginapan, Tokyo juga
merupakan kota sejarah dan tradisi yang hidup kembali. Terdapat banyak galeri
seni dan museum, tidak biasa dalam museum parasit. Dan tentu saja Ikan Tsukiji
Market, dan perjalanan perahu di Sungai Sumida, serta karaoke juga populer di
Tokyo.
3. Osaka
Osaka Castle Nishinomaru Garden
|
Osaka - Osaka Sekarang memiliki populasi kurang lebih 9 juta penduduk, Dan Osaka adalah Kota terbesar ketiga dan kedua di Jepang yang paling penting. Osaka telah menjadi lokomotif ekonomi dari wilayah Kansai selama berabad-abad.
Osaka sebelumnya juga dikenal sebagai Naniwa. Waktu sebelum Periode Nara, ketika modal yang digunakan dipindahkan dengan pemerintahan masing-masing saat pergantian kaisar baru, Naniwa pernah menjadi ibukota Jepang, yang pertama dan yang pernah dikenal.
Pada abad ke-16, Toyotomi Hideyoshi memilih Osaka sebagai lokasi untuk istananya, dan kota mungkin menjadi modal jika Jepang Tokugawa Ieyasu tidak dihentikan garis keturunan setelah kematian Toyotomi Hideyoshi dan memindahkan pemerintahannya ke Edo jauh (Tokyo).
Osaka dengan kekuatan ekonomi di luar Hong Kong dan Thailand, adalah kota yang penuh energi. Di kota ini modis penuh dengan keyakinan, ini juga merupakan pusat perbelanjaan, dan juga memiliki restoran yang sangat baik dan kehidupan malam. Dan ada kuil Kyoto dan Nara Situs Warisan Dunia, adalah tanah suci di Koyasan, hanya dalam 90 menit, itu adalah basis ideal untuk menjelajahi daerah Kansai, Osaka dengan kereta api. Objek wisata di Osaka yang paling populer, ada Floating Garden Observatory Osaka Aquarium dan futuristik, dan Universal Studios Jepang.
4.
Sapporo, Hokaido
Matsumae (Fukuyama) Castle di
Hokkaido
|
Hokkaido - Hokkaido adalah kota yang terbesar kedua di Jepang utara dan paling tidak berkembang dari empat pulau utama Jepang. Cuaca adalah keras di musim dingin dengan banyak salju, suhu di bawah nol dan laut beku, sementara di musim panas tidak mendapatkan panas dan lembab seperti di bagian lain negara.
Dengan alam murni nya, Hokkaido menarik pecinta luar, termasuk pemain ski dan snowboarders di musim dingin dan pejalan kaki, pengendara sepeda dan berkemah dari Juni sampai September.
Dan yang terkenal di Hokkaido adalah
kota Sapporo, ada banyak orang yang berpikir itu adalah bir. Sapporo adalah
kota terbesar di Hokkaido, suasana terbuka telah ditinggalkan dengan masih
ceria di tahun 1972 Olimpiade Musim Dingin. Para tentara bayaran dan Sapporo
Snow Festival yang terkenal ramen, di mana saja di dunia, dikunjungi oleh
wisatawan dari luar negeri. Silakan coba segala cara menikmati makanan laut
segar, kekayaan tanah.
5.
Yokohama
Yokohama - Jika Hokaido adalah Kota terbesar kedua di Jepang Utara, Yokohama adalah kota terbesar kedua Di Jepang dengan populasi lebih dari tiga juta penduduk. Yokohama terletak kurang dari setengah jam selatan dari Tokyo dengan kereta api, dan merupakan ibu kota Prefektur Kanagawa.
Menjelang akhir Periode Edo (1603-1867), di mana Jepang mempertahankan kebijakan isolasi diri, pelabuhan Yokohama adalah salah satu yang pertama yang akan dibuka untuk perdagangan luar negeri pada tahun 1859. Akibatnya, Yokohama cepat tumbuh dari sebuah desa nelayan kecil menjadi salah satu kota utama Jepang.
Hingga saat ini, Yokohama tetap populer di kalangan ekspatriat, memiliki salah satu pecinan terbesar di dunia dan mempertahankan beberapa tempat tinggal mantan Barat di distrik Yamate.
6. Nagasaki
Nagasaki - Nagasaki adalah sebuah kota pelabuhan yang menarik dan terletak di pulau Kyushu dan ibukota Nagasaki Prefecture.
Sebagai salah satu kota terdekat Jepang port ke daratan Asia, Nagasaki telah memainkan peran penting dalam hubungan perdagangan luar negeri selama berabad-abad dan yang paling penting dari port sangat sedikit terbuka ke nomor terbatas dari pedagang asing selama periode Jepang isolasi.
Dalam sejarah baru, Nagasaki menjadi kota kedua setelah Hiroshima untuk dihancurkan oleh bom atom pada akhir Perang Dunia II.
Meganebashi adalah jembatan batu tertua Jepang. Jika Anda melihat jembatan tercermin dalam air, mengapa disebut Meganebashi adalah cukup jelas. Di Museum Bom Atom Nagasaki, Anda dapat mempelajari penderitaan pemboman atom tanggal 9 Agustus 1945, 8 sebelum kemerdekaan Indonesia.
7. Ishigaki
Ishigaki
- Ishigaki Island adalah pulau utama Kepulauan Yaeyama dan pusat transportasi
di kawasan itu. Ishigaki City, kota paling selatan Jepang, hanya pusat
perkotaan Yaeyama dan merupakan tempat bandara utama di wilayah ini dan
terminal perahu, serta banyak hotel, toko-toko, restoran dan bar.
Laut biru dan pasir putih yang ditemukan di sekitar Ishigaki menenangkan. Tapi kalau masih di pantai, itu adalah pemborosan. Kami sarankan Anda mengamati terumbu karang dan ikan naik glass bottom boat tropis.
Laut biru dan pasir putih yang ditemukan di sekitar Ishigaki menenangkan. Tapi kalau masih di pantai, itu adalah pemborosan. Kami sarankan Anda mengamati terumbu karang dan ikan naik glass bottom boat tropis.
8.
Kagoshima
Kagoshima - Kagoshima adalah kota utama
selatan Kyushu dan ibukota Prefektur Kagoshima. Kota ini sering dibandingkan
dengan Italia adik kotanya Naples karena iklim sama ringan, pohon palem
berjajar jalan, penduduk marah relatif panas dan Sakurajima, Kagoshima Vesuvius.
Gunung berapi aktif membanggakan putih naik ke Sakurajima, yang mudah diakses oleh perahu feri, jika Anda ingin melihat panorama pulau, biarkan aku pergi ke beberapa tempat di kota observatorium. Shiroyama observatorium dianjurkan, antara lain. Pariwisata lelah sepanjang hari, Aku akan menyembuhkan Taman lelah Nagisa baskom bebas Sakurajima.
Gunung berapi aktif membanggakan putih naik ke Sakurajima, yang mudah diakses oleh perahu feri, jika Anda ingin melihat panorama pulau, biarkan aku pergi ke beberapa tempat di kota observatorium. Shiroyama observatorium dianjurkan, antara lain. Pariwisata lelah sepanjang hari, Aku akan menyembuhkan Taman lelah Nagisa baskom bebas Sakurajima.
9.
Hakodate, Hokkaido
Hakodate - Hakodate adalah kota terbesar ketiga di Hokkaido, dan terletak di ujung selatan pulau itu. Hakodate terkenal dengan pemandangan untuk dinikmati dari Gunung Hakodate dan memiliki makanan laut yang lezat dan segar.
Sebagai salah satu kota pelabuhan Jepang yang pertama dan dibuka untuk perdagangan internasional setelah era negara isolasi, Hakodate telah mengalami pengaruh yang terkenal dari luar negeri, dan kabupaten mantan perumahan penduduk asing serta benteng gaya Barat antara atraksi utama dan wisata.
Onuma Park, taman nasional kuasi dengan indah, danau pulau bertitik, terletak hanya setengah jam di utara Hakodate dan membuat perjalanan sisi baik atau berhenti di sepanjang perjalanan antara Hakodate dan Sapporo.
Tanpa harus pergi ke Hakodate di musim bunga ceri pada bulan Mei, jika Anda melihat matahari terbenam dari Mt itu akan memastikan Anda juga terpikat Hakodate. Hakodate dikelilingi oleh laut, terkenal dengan makanan laut segar. Bangun pagi-pagi, cobalah semangkuk sarapan seafood di pasar dekat Hakodate Station.
10. Kobe, Prefektur Hyogo
Kobe
- Kobe adalah ibukota Prefektur Hyogo dan salah satu dari sepuluh kota terbesar
di Jepang. Terletak antara laut dan pegunungan Rokko, Kobe juga dianggap salah
satu kota di Jepang yang paling menarik.
Kobe telah menjadi kota pelabuhan penting selama berabad-abad. Port adalah di antara yang pertama dibuka untuk perdagangan luar negeri pada abad ke-19 di samping pelabuhan Yokohama, Nagasaki, Hakodate dan Niigata.
Kobe telah menjadi kota pelabuhan penting selama berabad-abad. Port adalah di antara yang pertama dibuka untuk perdagangan luar negeri pada abad ke-19 di samping pelabuhan Yokohama, Nagasaki, Hakodate dan Niigata.
Pada
tahun 1995, Kobe dilanda Gempa Besar Hanshin-Awaji, yang menewaskan lebih dari
5000 orang dan puluhan menghancurkan ribuan bangunan. Hari ini kota ini
dibangun kembali, dan tanda-tanda beberapa peristiwa yang mengerikan tetap.
Seperti pemandangan pelabuhan dari Pegunungan Rokko dan menghadap penyelesaian Kitano tua yang eksotis, ada beberapa yang menarik wisatawan ke Kobe. Selain itu, wisata sejarah, seperti budaya dan Arima Onsen, yang merupakan Bund yang terkenal, sejauh tertua demi panas Jepang. Adalah keindahan terkemuka di malam hari.
Berikut di atas adalah 10 Tempat wisata terpopuler di Jepang atau kota-kota yang terbesar dan terpopuler di jepang, kami mengumpulkan semua data tersebut dari berbagai macam sumber dengan berbahasa jepang lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan Rewrite menjadi sebuah artikel yang singkat dan jelas. kami juga menggunakan gambar dari commons.wikipedia.org untuk gambar-gambar di atas, kami mendapatkan inspirasi tentang 10 Tempat wisata terpopuler di jepang dari tripadvisor.jp.
Dengan menggunakan gambar Castle / Istana dengan tujuan supaya bernuansa Klasik namun fressh, dan sekian artikel tentang tempat wisata di jepang, semoga bermanfaat.
Seperti pemandangan pelabuhan dari Pegunungan Rokko dan menghadap penyelesaian Kitano tua yang eksotis, ada beberapa yang menarik wisatawan ke Kobe. Selain itu, wisata sejarah, seperti budaya dan Arima Onsen, yang merupakan Bund yang terkenal, sejauh tertua demi panas Jepang. Adalah keindahan terkemuka di malam hari.
Berikut di atas adalah 10 Tempat wisata terpopuler di Jepang atau kota-kota yang terbesar dan terpopuler di jepang, kami mengumpulkan semua data tersebut dari berbagai macam sumber dengan berbahasa jepang lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan Rewrite menjadi sebuah artikel yang singkat dan jelas. kami juga menggunakan gambar dari commons.wikipedia.org untuk gambar-gambar di atas, kami mendapatkan inspirasi tentang 10 Tempat wisata terpopuler di jepang dari tripadvisor.jp.
Dengan menggunakan gambar Castle / Istana dengan tujuan supaya bernuansa Klasik namun fressh, dan sekian artikel tentang tempat wisata di jepang, semoga bermanfaat.
Budaya populer Jepang
Budaya populer Jepang merupakan sebuah budaya yang berasal dari
Jepang yang diakui,
dinikmati, disebarluaskan dan merupakan jalan hidup mayoritas masyarakat Jepang
secara umum. Budaya populer Jepang seperti fashion dan drama TV kini telah memasuki kawasan Asia secara mendalam. Dimulai dari animasi hingga idola, budaya muda Jepang telah menciptakan sekelompok orang
yang lebih sering disebut sebagai penggemar di dalam kawasan Asia. Manga
yang juga merupakan bagian dari budaya populer Jepang seperti animasi,
karakter, permainan komputer, fashion, musik pop, dan drama TV merupakan berbagai variasi dari budaya
populer Jepang yang telah diterima dengan baik di bagian timur dan tenggara
Asia. Namun semua itu
tidak seperti apa yang telah diulas dalam media.
Hal ini bukan untuk mengatakan bahwa ekspor dari budaya
populer Jepang merupakan suatu fenomena yang baru. Budaya itu sendiri telah
lama berkembang di luar Jepang dan terutama di bagian timur dan tenggara Asia
setidaknya sejak akhir tahun 1970-an. Animasi dan komik
Jepang seperti Doraemon, sebuah cerita
fantasi yang memperkenalkan robot berbentuk seperti
kucing yang dapat membuat keinginan dari anak-anak menjadi kenyataan, hal ini
telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi anak-anak hampir di
seluruh bagian dari Asia.
Bagaimanapun juga akhir-akhir ini, penyebarluasan budaya
populer Jepang di bagian timur dan tenggara Asia telah maju ke tahap yang lebih
lanjut. Industri media Jepang dan industri media Asia lainnya secara sistematis dan kolaboratif mempromosikan budaya populer Jepang sebagai sebuah
konsumsi yang rutin bagi kalangan muda secara luas di berbagai macam pasar di
bagian timur dan tenggara Asia. Banyak kalangan
muda yang merasakan simpati yang lebih intensif terhadap roman yang diceritakan dalam drama TV Jepang, atau dengan
fashion terbaru, gaya musik populer yang trendi, atau dengan gosip mengenai
bintang idola Jepang daripada yang mereka rasakan terhadap bagian dari budaya
populer Amerika yang telah lama mendominasi dunia budaya kalangan muda.
Manga
Manga atau yang lebih
dikenal dengan komik dalam bahasa Indonesia merupakan suatu media yang di dalamnya terdapat sekumpulan gambar yang
mengandung cerita yang bermacam-macam variasinya. Pada umumnya manga dicetak
dalam warna hitam-putih dan terkadang ada beberapa bagian yang dicetak
berwarna. Di Jepang, manga
pada umumnya dicetak dalam majalah yang berukuran sebesar buku telepon dan
sering terdiri dari berbagai cerita yang bersambung pada episode berikutnya.
Anime
Anime (アニメ) adalah produksi
animasi Jepang yang menampilkan hasil gambar animasi melalui tangan maupun
komputer. Istilah anime merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “animation”. Dalam bahasa Inggris, istilah ini didefinisikan sebagai
penyebarluasan gaya animasi Jepang yang pada umumnya dicirikan dengan grafis
yang warna-warni, karakter yang bersemangat dan tema yang terkadang tidak masuk
akal. Terkadang arti yang diinginkan dari istilah ini bervariasi tergantung
dari konteks yang dibahas.
Secara umum anime pada awalnya dikenal sejak tahun 1917,
dan banyak animasi asli Jepang yang diproduksi pada dekade-dekade setelahnya
namun karakteristik gaya anime mulai dikembangkan pada tahun 1960 – yang
ditandai dengan karya Osamu Tezuka – dan mulai dikenal di luar Jepang pada
tahun 1980-an. Seperti halnya manga, anime juga memiliki audiens yang besar di
Jepang dan juga diakui di seluruh dunia. Distributor dapat menayangkan anime
melalui siaran TV, secara langsung ke video ataupun dengan teater maupun secara
online. Baik dengan gambar tangan ataupun animasi komputer, keduanya digunakan
dalam serial TV, film, video, video games, iklan, dan internet rilis. Seiring
dengan meningkatnya pasar anime di Jepang, anime juga mendapatkan popularitas
di timur dan tenggara Asia. Saat ini anime populer di berbagai daerah di
seluruh dunia.
Cosplay
Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah
kata-kata bahasa
Jepang
yang dibuat dari menggabungkan dua kata dari bahasa inggris (wasei-eigo) "costume"
dan "play". Cosplay merupakan sebuah pertunjukan seni
di mana para pesertanya menggunakan kostum dan aksesori yang menunjukkan secara
spesifik suatu karakter atau ide. Pada umumnya cosplay mengacu pada manga
dan anime, komik, manhwa, video games, penyanyi dan
musisi, serta film.
Istilah
cosplay diciptakan oleh Nov Takahashi pada tahun 1984 ketika menghadiri
sebuah konvensi sci-fi di Los Angeles. Takahasi
terinspirasi dari costume masquerade dan menulisnya dalam majalah sci-fi
Jepang yang kemudian menyebar dengan cepat di Jepang sebagai sebuah pertunjukan
seni yang baru. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa cosplay
berasal dari Jepang, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya
benar. Forrest J. Ackerman menginspirasi fan-costuming di seluruh dunia
ketika pertama kali mengenakan kostum futuristik yang dibuat oleh
Myrtle R. Douglas pada konvensi dunia pertama dalam bidang Science Fiction
pada tahun 1939 di Caravan Hall, New York.
Sejak
saat itu istilah cosplay telah menyebar ke negara-negara di seluruh
dunia seperti Filipina, Cina, Italia, Perancis, Meksiko, Brazil, Rusia, Kanada, dan negara-negara
lainnya. Meskipun banyak negara yang berhasil menghasilkan kreasi-kreasi yang
hebat dalam kostum namun Jepang merupakan negara eksportir terbesar dalam hal cosplay
yang berkualitas. Jepang berhasil membawa cosplay ke tingkat yang baru
di mana Jepang berhasil mengubahnya ke dalam bentuk seni yang menginspirasi
para cosplayer di seluruh dunia.
Budaya populer Jepang
di Indonesia
Manga
Dua
penerbit manga terbesar di Indonesia adalah Elex
Media Komputindo
dan m&c
Comics
yang merupakan bagian dari kelompok Gramedia. Sekitar tahun 2005,
kelompok Gramedia juga telah menghadirkan Level Comics yang lebih berfokus
pada penerbitan manga-manga bergenre Seinen (Dewasa). Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi maka manga tidak hanya bisa dinikmati
dalam bentuk buku saja, namun juga dapat dibaca melalui situs tertentu
menggunakan internet. Manga yang dibaca melalui internet tersebutlah yang
kemudian disebut dengan manga
scan.
Manga
scan diproduksi melalui proses yang disebut Scanlation (scanning,
translation and editing) yaitu suatu proses memindai
halaman per halaman dari manga yang telah diterbitkan di Jepang. Setiap naskah
halaman yang berbahasa Jepang tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa
Inggris atau bahasa lainnya sesuai dengan keinginan, lalu melalui proses
penyuntingan untuk meningkatkan kualitas gambar. Scanlation muncul
secara bertahap seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang mempunyai akses
internet dan didukung oleh peranti lunak untuk melakukan editing gambar
dan pendistribusian data.
Pada awalnya, manga scan dimulai karena kurangnya akses terhadap manga di luar Jepang. Selain karena faktor biaya yang mahal karena manga harus diimpor terlebih dahulu baru dapat dinikmati di negara selain Jepang, faktor waktu juga menjadi masalah karena para penggemar manga di luar Jepang seperti Indonesia tidak dapat langsung menikmati manga-manga baru yang diterbitkan di Jepang.
Negara
Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun
saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik
, namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut
ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus
berlangsung hingga saat ini :
Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.
Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.
Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.
Sejarah
Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.
Tiga matsuri terbesar
* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)
Matsuri yang terkenal sejak dulu
Daerah Tohoku
* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)
Daerah Kanto
* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)
Daerah Chubu
* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali)
Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.
Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.
Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.
Sejarah
Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.
Tiga matsuri terbesar
* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)
Matsuri yang terkenal sejak dulu
Daerah Tohoku
* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)
Daerah Kanto
* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)
Daerah Chubu
* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali)
*
Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)
Daerah Kinki
* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara,12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)
Daerah Chugoku dan Shikoku
* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)
Daerah Kyushu
* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)
Pengertian lain
Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).
Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.
Festival dan Matsuri yang lain
* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)
Daerah Kinki
* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara,12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)
Daerah Chugoku dan Shikoku
* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)
Daerah Kyushu
* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)
Pengertian lain
Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).
Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.
Festival dan Matsuri yang lain
* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)
Origami
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.
Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.
Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.
Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.
Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.
Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.
Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.
Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.
Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.
Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.
Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.
Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.
Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.
Sudoku
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Sudoku (数独, sūdoku?), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.
Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.
Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"?), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Sudoku (数独, sūdoku?), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.
Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.
Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"?), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".
Sumber
:

1 comment:
Mba, informasinya bagus. Akan lebih baik lagi ketika artikel bahasa Inggris atau Jepang yang di-bahasa-Indonesia-kan, lebih diperhatikan lagi tata bahasanya :) jangan asal menerjemahkan lewat mesin translate otomatis seperti google translate.
Post a Comment