Adalah proses berpikir yang bertolak dari
pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan
pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi –
proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau
dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui
proses inilah
yang disebut menalar. Dalam penalaran,
proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens)
dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan
deduktif :
o
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan
dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang
disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum
diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh:
i.
Jika dipanaskan, besi memuai.
ii.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
iii.
Jika dipanaskan, emas memuai.
iv.
Jika dipanaskan, platina memuai.
v. Jika dipanaskan, logam memuai.
vi.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
vii.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
viii.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
ix.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
o
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif
adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk
seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
o Inferensi dan Implikasi
Kata inferensi berasal
dari kata Latin inferred yang berarti menarik kesimpulan. Kata implikasi juga berasal dari bahasa latin, yaitu dari
kata implicare yang berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga
dalam ilmiah lainnya, kata inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau
dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah
rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau
efidansi itu sendiri.
1. Inferensi
Adalah suatu proses untuk menghasilkan
informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau
implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine.
Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap,
atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka
representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan.
Inferensi merupakan
sebuah pekerjaan bagai pendengar (pembaca) yang selalu terlibat dalam tindak
tutur selalu harus siap dilaksanakan ialah inferensi. Inferensi dilakukan untuk
sampai pada suatu penafsiran makna tentang ungkapan-ungkapan yang diterima dan
pembicara atau (penulis). Dalam keadaan bagaimanapun seorang pendengar
(pembaca) mengadakan inferensi. Pengertian inferensi yang umum ialah proses
yang harus dilakukan pembaca (pendengar) untuk melalui makna harfiah tentang
apa yang ditulis (diucapkan) samapai pada yang diinginkan oleh saorang penulis
(pembicara).
a. Inferensi Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu
premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang
ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
Contoh:
“Bu, besok temanku berulang
tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi
belum ada”.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut : bahwa tidak bisa pergi ke
ulang tahun temanya.
Contoh:
Pohon yang di tanam pak Budi setahun lalu hidup.
Dari premis tersebut dapat
kita lansung menari kesimpulan (inferensi) bahwa: pohon yang ditanam pak budi
setahun yang lalu tidak mati.
b. Inferensi
Tak Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih
premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar
penggabungan proposisi-preposisi lama.
Contoh:
A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan
bekal makanan.
B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa.
Inferensi yang menjembatani kedua ujaran tersebut
misalnya (C) berikut ini.
C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit.
# Contoh yang lain;
A : Saya melihat ke dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki plafon
2.
Implikasi
Implikasi itu artinya
akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi
hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa
hukum yang terjadi. Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa
hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks
tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.
Ayu Faradilla
21213538
3EB25
#Softskill : Bahasa Indonesia 2
Referensi :
