Wednesday, 9 April 2014

Sistem Perekonomian Sosialis


AYU FARADILLA
21213538
1EB23
TUGAS 1.3



Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.

Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan. Menurut Marx, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat.

Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis:

     1.       Lebih mengutamakan kebersamaan
-             Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedangkan individu-individu    
               fiksi belaka.
     -        Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
     2.       Peran pemerintah sangat kuat
     -        Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap   
               pengawasan.
     -        Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara
     3.      Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
     -        Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat
               sosialis)
     -        Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat
               kapitalis)

Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme

     1.       Karena adanya revolusi industri
     2.      Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
     3.     Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan  
            manusia dan masyarakat
     4.      Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis
      Karl Max merupakan tokoh pengkritik kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh 
      terhadap kapitalisme, juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi sosial.

Prinsip Sistem Ekonomi Sosial
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut:

1) Pemilikan Harta oleh Negara
            Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan, Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.

2) Kesamaan Ekonomi
            Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3) Disiplin Politik
             Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme.


Kelebihan sistem ekonomi sosialis
     1.         Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi
     2.       Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
     3.       Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
     4.       Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
     5.       Jarang terjadi krisis ekonomi

Kelemahan sistem ekonomi sosialis
     1.       Mematikan inisiatif individu untuk maju
     2.       Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
     3.       Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
     1.    Korea Utara
     2.    Kuba
     3.    Vietnam
     4.    RRC (sudah mulai mengendur)
     5.    Uni soviet






SUMBER:

sistem perekonomian kapitalis (liberalis)



A. Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis
           

Sistem Ekonomi kapitalis atau kapitalisme adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan di abad ke-18 di Inggris. Sejak saat itu, kapitalisme mulai menyebar ke wilayah Eropa, lalu Amerika dan terus menyebar ke belahan bumi lainnya. Pemikir Kapitalisme yang terkenal adalah John Locke. Kapitalisme sangat erat kaitannya dengan capital atau modal. Secara etimologis, kapitalisme berasal dari bahasa latin “coput” yang berarti kepala, kehidupan, dan kesejahteraan. Dari arti inilah kemudian capital atau modal diinterpretasikan sebagai suatu titik kesejahteraan di dalam aspek kehidupan manusia. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasakan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk meng-gait profit. Sistem kapitalisme sama sekali tidak meng-indahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi.


            Dalam perkembangannya, terdapat banyak definisi mengenai kapitalisme yang dilahirkan oleh para ahli ekonomi, sosial dan politik di seluruh dunia. Berikut adalah definisi-definisi kapitalisme menurut beberapa ahli :

1. Milton H. Spencer dalam bukunya yg berjudul Contemporary Macro Economics (1977) Kapitalisme merupakan sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi dan pemanfaatanya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

2. Ruth Mc Vey (1998)
Kapitalisme adalah sistem yang menggunakan alat-alat produksi yang berada di tangan sector swasta untuk menciptakan laba dan sebagian besar laba akan ditanam kembali untuk  memperbesar kemampuan menghasilkan laba kembali.

B. Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis   

Sistem Ekonomi Kapitalis memiliki cirri-ciri berupa :
 
1. Hak milik swasta dan hak pribadi ( Private Property )      
Kapitalisme mempunyai satu hal yang paling utama yaitu adanya lembaga yang memiliki hak milik swasta atau hak-hak pribadi. Hal ini sama seperti yang dikemukakan oleh John Locke bahwa kekayaan adalah hak alamiah yang terlepas dari kekuasaan negara.

2. Kepentingan diri sendiri ( Self Interest )
Dalam kapitalisme, individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa campur tangan pemerintahan.

3. Minimnya campur tangan pemerintah
Untuk mencapai hal yang terbaik, peran pemerintah sangat diminimalisir dan ada prinsip “The invisible hand” yang diperkenalkan oleh Adam Smith yang sangat efesien dalam mengatur perekonomian.

4. Prinsip Laissez Faire (individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi)
Kepemilikan alat-alat produksi ada di tangan individu dan individu bebas memilih pekerjaan atau usaha yang dipandang baik bagi dirinya tanpa intervensi pemerintah.

5. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
Disini pasar berfungsi sebagai pemberi signal kepada produsen dan konsumen dalam bentuk penentuan harga-harga dengan motif menggerakan perekonomian dan mencari laba.

6. Adanya persaingan
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus yang selalu mengejar  keuntungan yang sangat erat dengan munculnya persaingan.

     ·         Sistem Kapitalis Modern
                       
Ciri-cirinya adalah :
     1.      Karena adanya persaingan bebas, maka produsen cenderung meningkatkan hasil produksi
     2.      Kemungkinan pendapatan dapat dimaksimalkan
     3.      Dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja
     4.      Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan


D. Kebaikan dan Keburukan Sistem Ekonomi Kapitalis
           
            Sistem ekonomi kapitalis memiliki cukup banyak kebaikan, tidak heran jika sistem ekonomi ini diadopsi dan diaplikasikan oleh cukup banyak negara di dunia ini meskipun tidak semua negara murni menjalankan sistem ini tapi tetap saja unsur-unsur sistem ini bisa dilihat dalam sistem ekonomi dibanyak negara. Kebaikan dari sistem ekonomi kapitalis antara lain adalah :

    1. Menumbuhkan kreatifitas masyarakat dalam mengatur kegiatan perekonomian.
    2. Bebas memiliki sumber produksi.
    3. Bebas dalam melakukan kegiatan perekonomian.
    4. Munculnya rasa persaingan untuk maju.
    5. Muncul banyak wirausaha dengan inovasi yang bisa menjadi innovator.
    6. Barang yang diproduksi memiliki mutu tinggi karena persaingan pasar.
    7. Lebih efesien dan efektif dalam pemanfaatan sumber daya dan distribusi barang.
    8. Setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Dalam pengimplementasiannya, sistem ekonomi kapitalis mulai di protes banyak ahli karena dianggap juga memiliki banyak keburukan. Banyak negara mencurigai bahwa kapitalisme adalah biang kerok dari kerusakan suatu negara di banyak sektor. Keburukan dari sistem ekonomi kapitalis adalah:

    1. Pemerataan pendapatan sulit dilakukan.
    2. Masyarakat lebih cenderung mementingkan kepentingan pribadinya
        sehingga memunculkan kesenjangan sosial.
    3. Lebih cenderung terjadi eksploitasi kaum proletar oleh kaum borjuis.
    4. Menimbulkan monopoli yang bisa merugikan masyarakat banyak.
    5. Adanya gejolak perekonomian.
    6. Tidak ada persaingan sempurna, yang ada hanya persaingan monopolistic.
    7. Sistem harga cenderung gagal dalam alokasi sumber daya secara efesien.
    8. Menimbulkan eksploitasi sumber daya, mematikan kerjasama dan unsur kemanusiaan.

   Cara penanggulangan sistem ekonomi kapitalisme, yaitu :

     ·         Mengeluarkan UU perburuhan/ketenagakerjaan
     ·         Mengawasi kegiatan perdagangan
     ·         Membuat UU. Sosial
     ·         Mengawasi perusahaan yang sifatnya monopolitis


  
AYU FARADILLA
21213538
1EB23
TUGAS 1.2




SUMBER :

http://handzmentallist.blogspot.com/2010/04/pengertian-sistem-perekonomian.html

Tuesday, 8 April 2014

sistem perekonomian yang dianut indonesia (pancasila)


AYU FARADILLA
21213538
1EB23
TUGAS 1.4




Sistem ekonomi pancasila adalah sistem ekonomi yang dibangun serta digali dari nilai-nilai yang ada dan dianut oleh masyarakat di Indonesia, seperti nilai agama, kebudayaan, adat istiadat, dan norma-norma yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia. Sistem perekonomian ini merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan serta pengawasan pemerintah. Beberapa prinsip dasar yang ada di dalam sistem ini berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan. Pada sistem ekonomi pancasila, seluruh rakyat (baik dari golongan ekonomi lemah maupun pengusaha) aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian, terdapat kerja sama dan saling membantu diantara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Seorang pakar senior (Mubyarto, 1981) berpendapat bahwa, terdapat 5 ciri pokok dari sistem ekonomi pancasila, yaitu:

1.      Pengembangan koperasi dengan penggunaan insentif dan moral
2.      Komitmen pada upaya pemerataan
3.      Kebiijakan ekonomi nasionalis
4.      Keseimbangan antara perencanaan terpusat
5.      Pelaksanaan secara terdesentralisasi


Terdapat dua ciri-ciri sistem ekonomi pancasila, diantaranya:

Ciri-ciri positif
1.      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
2.      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai kehidupan
         masyarakat dikuasai oleh Negara.
3.      Tanah, air, serta kekayaan alam yang terkandung di dalam negara dikuasai oleh
         negara (pemerintah) yang akan digunakan untuk kemakmuran rakyat.
4.      Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk pemufakatan
         lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijakan ada
         pada  lembaga itu pula.
5.      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki       
         dan  mempunyai hak akan pekerjaan dan kehidupan yang layak.
6.      Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan  
         dengan kepentingan masyarakat.
7.      Potensi serta inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara boleh dikembangkan
         sepenuhnya dengan batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8.      Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara (diurusi) oleh negara      

Ciri-ciri negatif
1.      Sistem  free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling
         menghancurkan  dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa   
         lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2.      Sistem etatisme, dimana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan
         serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar
         sektor Negara.  
3.      Monopoli, pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam yang
         merugikan masyarakat.






Sumber :

Tuesday, 25 February 2014

Penyakit Alergi

Alergi (hipersensitivitas tipe 1) adalah kegagalan kekebalan tubuh dimana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imonologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

PENYEBABNYA :
  •  Jenis makanan yang kaya akan lemak jenuh, lemak hewani, mentega, telur yang dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam darah.
  •  Kurang sayuran dan buah-buahan.
PENCEGAHANNYA :
  •  Diet rendah lemak dan pola makan yang seimbang.
  •  Kurangi makanan berlemak, lemak hewan diganti dengan minyak sayur. 
  •  Perbanyak makan, makanan yang dikukus, ditim dan direbus dibandingkan dengan makanan yang digoreng. 
  •  Berhenti merokok.  
  •  Jaga berat badan agar tetap ideal sesuai dengan usia.
  •  Olahraga yang teratur.
          
           ayu faradilla
           21213538
             1eb23